Lifting Migas di Kepri Tahun 2023 Lampaui Target, 2024 Dipatok 17.491 BOPD
TANJUNG PINANG, investortrust.id - Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), Rikky Rahmat Firdaus memaparkan, lifiting migas Provinsi Kepulauan Riau pada 2023 berada di atas target APBN yang telah ditetapkan, yaitu 12,720 barrel oil per day (BOPD) atau mencapai 111% dari target.
Sementara itu, total salur gas mencapai 90 MilIar British Termal Unit (BBTU). Maka dari itu, Rifky menyebut untuk tahun 2024 target lifting di Provinsi Kepulauan Riau akan ditingkatkan menjadi sekitar 17.491 BOPD dan 229 MMSCFD gas.
“Untuk mencapai target tersebut, SKK Migas dan Medco EP Natuna telah menetapkan program pengeboran yang masif. Medco EP Natuna telah melakukan pengeboran Offshore sebanyak delapan sumur. Jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan lima sumur atau mencapai 160%,” kata Rikky dalam keterangannya, Kamis (22/2/2024).
Selain itu terdapat dua proyek yang telah onstream dari optimalisasi pengembangan lapangan gas Bronang dengan kapasitas 65 MMSCFD dan Gajah Baru Further Compression Project (GBFCP) sebesar 117 MMSCFD.
Baca Juga
Lifting Minyak di 2023 Turun, Kementerian ESDM Ungkap Penyebabnya
Nilai investasi keduanya mencapai US$ 97 Juta. Untuk tahun 2024 terdapat tambahan 6 sumur eksploitasi dan proyek West Belut kapasitas produksi gas 50 MMSCFD serta proyek Anoa Further Compression Project (AFCP) dengan kapasitas fasilitas dan estimasi produksi 117 MMSCFD.
Diharapkan dari fasilitas produksi Forel dan Bronang yang sempat tertunda penyelesaiannya, dapat menambah produksi sebesar 10.000 BOPD dan 43 MMSCFD di kwartal III tahun 2024.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Provinsi Kepulauan Riau memiliki potensi migas yang besar dengan kontribusi terhadap pencapaian target lifing yang terus meningkat,” ujar Rikky.
Saat ini di perbatasan Indonesia di Laut Anambas dan Laut Natuna tercatat sebanyak 12 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Terdiri dari 3 KKKS Produksi, 4 KKKS dalam Fase Pengembangan Lapangan (POD), dan 5 KKKS Eksplorasi.
Selain Medco Natuna dan Harbour Energy, ada Star Energy (Kakap), AWE, WNEL, Mandiri Panca Usaha, Premier Oil Tuna, Kufpec Anambas. Serta tiga KKKS baru yaitu Blue Sky Paus, Medco Energy Beluga, dan Pertamina East Natuna.
Baca Juga
SKK Migas dan Pertamina EP Lakukan Tajak Sumur Eksplorasi Pertama

