Senin, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 15.690/USD
Reporter | Farhan Nugraha
Editor |
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah kembali ditutup melemah dalam perdagangan awal pekan, Senin (18/3/2024). Berdasarkan pantauan perdagangan spot antarbank, rupiah ditutup melemah ke level Rp 15.690 per USD. Mata uang Garuda melemah 91 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya, pada Jumat (15/3/2024), yang berada di level Rp 15.599 per USD.
Rupiah juga tercatat melemah berdasarkan data kurs Jisdor yang dirilis Bank Indonesia. Rupiah ditutup melemah 48 poin ke level Rp 15.672 per USD. Sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp 15.624 per USD dalam penutupan perdagangan Jumat (15/3/2024) lalu.
Direktur Utama PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pada perdagangan Senin (18/3/2024), indeks dolar Amerika Serikat tercatat menguat. Hal ini didorong oleh berbagai sentimen, salah satunya terkait pertemuan The Fed pada 19-20 Maret waktu AS.
"Pertemuan The Fed ditunggu untuk isyarat penurunan suku bunga (Fed Funds Rate) lebih lanjut. Indeks dolar dan indeks dolar berjangka sedikit bergerak (menguat) di perdagangan Asia pada hari Senin, relatif stabil di dekat level tertinggi dua minggu. Pasar fokus pada kesimpulan pertemuan dua hari The Fed pada hari Rabu (waktu AS)," kata Ibrahim.
Jepang akan Akhiri Bunga Negatif
Meski The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya, lanjut dia, setiap sinyal mengenai rencana penurunan Fed Funds Rate pada tahun 2024 akan diawasi dengan ketat. Ia menilai, bank sentral AS juga mungkin akan mengambil tindakan yang lebih hawkish daripada yang diharapkan pasar, terutama karena data terbaru menunjukkan inflasi lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Februari 2024.
Meski The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya, lanjut dia, setiap sinyal mengenai rencana penurunan Fed Funds Rate pada tahun 2024 akan diawasi dengan ketat. Ia menilai, bank sentral AS juga mungkin akan mengambil tindakan yang lebih hawkish daripada yang diharapkan pasar, terutama karena data terbaru menunjukkan inflasi lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Februari 2024.
"Kemudian, ada spekulasi berakhirnya kebijakan suku bunga negatif dan pengendalian kurva imbal hasil BOJ (Bank Of Japan). BOJ memulai pertemuan dua harinya pada hari Senin, dengan keputusan yang ditunggu-tunggu akan dirilis pada Selasa besok," kata Ibrahim menambahkan.
Sementara itu, ia mengungkapkan, para analis masih belum sepakat mengenai apakah bank sentral Jepang itu akan menaikkan suku bunga pada bulan Maret atau April, dengan konsensus umum sedikit condong ke arah kenaikan suku bunga pada April. BOJ diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 20 basis poin menjadi 0,1%, dari negatif 0,1%.
Sedangkan untuk perdagangan besok, pengamat rupiah tersebut memprediksi mata uang Garuda cenderung fluktuatif, namun akan ditutup melemah. Sedangkan rentang pergerakannya di Rp 15.680-15.760 per USD.
