Airlangga Sebut BLT El Nino Dibagikan Akhir Januari – Awal Februari
JAKARTA, Investortrust.id – Pemerintah memastikan memperpanjang pemberian bantuan langsung tunai (BLT) El Nino di tahun 2024, setelah rampung dibahas dalam Sidang Kabinet pada Selasa (9/1/2024). Terkait pencairan BLT tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan pemerintah akan mencairkan bantuan terhadap 18,8 juta penduduk yang tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada akhir Januari atau awal Februari.
“Selanjutnya saya ingin menyampaikan bahwa Pemerintah sudah memutuskan Bantuan Langsung Tunai yang diberikan kepada 18 juta penduduk dan itu akan disiapkan akhir bulan ini atau awal bulan depan yang terdiri dari Rp200 ribu per bulan dan ini akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia dan akan front loading di bulan Februari,” kata Menko Airlangga dalam sesi doorstop usai meninjau penyaluran Bantuan Pangan kepada 100 Penerima Bantuan Beras (PBP) di Gudang BULOG Pasir Putih, Kota Jambi, Sabtu (27/1/2024), seperti dilansir laman ekon.go.id.
Baca Juga
Menko Airlangga: Penyaluran Bantuan Pangan dan BLT Tepat Sasaran dan Lancar
Diberitakan sebelumnya, pemerintah memberikan BLT El Nino kepada 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada pengujung tahun lalu. Lewat program tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp 200.000 per bulan pada November-Desember, sehingga totalnya sebesar Rp 400.000 per KPM.
Disampaikan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, rencana perpanjangan BLT El Nino 2024 sudah dibahas dalam gelaran Sidang Kabinet pada Selasa (9/1/2024). Dalam pertemuan tersebut, kata Susiwijono, Presiden Joko Widodo sudah menyetujui perpanjangan penyaluran BLT.
BLT disalurkan untuk menjaga daya beli Masyarakat. Namun saat itu ia tidak merinci teknis pelaksanaan BLT yang sudah dijalankan pada November-Desember 2023. Dikatakannya, bantuan masih diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat kelompok bawah hingga kuartal II-2024. "Kita kuartal I dan kuartal II butuh untuk (menjaga daya beli) itu," ujarnya pada Rabu (10/1/2024).

