Hadapi El Nino, Sri Mulyani Beri PR ke Risma Salurkan BLT Rp 7,52 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati memberi pekerjaan rumah kepada Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini untuk menyalurkan bantuan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT). Sri Mulyani menyebut pemerintah menganggarkan Rp 7,52 triliun untuk BLT.
“Kementerian Sosial, Bu Risma dalam hal ini, diharapkan bisa mengeksekusi bantuan langsung tunai untuk 18,8 juta KPM (Kelompok Penerima Manfaat) ini yang sudah ada daftar nama, alamat, dan nomor account-nya,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (25/10/2023).
Sri Mulyani mengatakan BLT diberikan kepada 18,8 juta KPM. Tiap KPM akan mendapat Rp 200.000 selama November hingga Desember 2023 untuk meningkatkan daya beli mereka.
Baca Juga
“Kenapa 18,8 juta orang? Ini yang sudah nama, alamat, dan nomor account (rekening) ada di Kementerian Sosial,” ucap dia.
Sri Mulyani menyebut BLT ini merupakan cara memposisikan APBN sebagai instrumen yang responsif dan fleksibel untuk menghadapi guncangan global.
“Bagaimana APBN menjaga dan mendukung daya beli masyarakat yang tergerus karena kenaikan harga beras dan dari sisi volatile food inflasinya mengalami lonjakan,” ujar dia.
Baca Juga
Realisasi Belanja Pusat Rp 1.396 T, Sebesar 57,5% Langsung Menyentuh Masyarakat
Sri Mulyani mengatakan gagalnya panen akibat El Nino mengakibatkan diterapkannya impor beras demi menjaga stok pasokan pangan dalam negeri. Namun demikian harga beras mengalami peningkatan sehingga pemerintah memberi bantuan untuk kelompok masyarakat rentan.
“Ada 21,3 juta kelompok penerima manfaat (KPM). Ini adalah keluarga-keluarga PKH dan keluarga-keluarga yang mendapat bantuan sembako secara langsung,” ujar dia.
Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin.
APBN, kata Sri Mulyani, mengalokasikan bantuan untuk PKH berupa beras 10 kilogram/bulan. Dia mengatakan bantuan untuk bulan September hingga November, nilainya Rp 8 triliun. “Kita tebalkan, nambah lagi, Rp 2,67 triliun pada Desember,” ucap dia.
Pada dua periode bantuan sebelumnya, pemerintah memberikan bantuan beras pada periode Maret hingga Mei senilai Rp 7,9 triliun. Total bantuan beras sejak Maret hingga Desember mencapai Rp 18,57 triliun.
“Penyelenggaranya yaitu Badan Pangan Nasional (Bapanas)” kata dia. (CR-7)

