BI-Pemerintah Bersinergi Memastikan Inflasi 2024 Maksimal 3,5%
JAKARTA, Investortrust.id - Bank Indonesia (BI) terus memperkuat kebijakan moneter yang prostability dan mempererat sinergi kebijakan dengan pemerintah, guna memastikan inflasi 2024 berada dalam kisaran 2,5±1%. Tren inflasi di dalam negeri menurun dan terjaga dalam kisaran sasaran.
"Untuk inflasi IHK (indeks harga konsumen) Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy), menurun dari tahun sebelumnya sebesar 5,51% (yoy). Dengan demikian, inflasi berada dalam kisaran 3,0±1% tahun lalu," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, saat pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulanan Januari 2024, Jakarta, Rabu (17/01/2024).
Baca Juga
Kemendag Waspadai 3 Komoditas Penyumbang Inflasi Januari 2024, Apa Saja?
Penurunan inflasi dipengaruhi oleh terjaganya berbagai komponen inflasi. Hal ini, lanjut Perry, merupakan hasil nyata konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia yang prostability serta sinergi erat kebijakan BI dengan pemerintah pusat dan daerah. Inflasi inti 2023 terjaga rendah sebesar 1,80% (yoy), dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah, ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, serta kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik.
"Inflasi volatile food juga terkendali sebesar 6,73% (yoy), didukung oleh eratnya sinergi pengendalian inflasi antara BI dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah dalam mengendalikan harga pangan, termasuk dari dampak El Nino. Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72% (yoy), sejalan minimalnya kebijakan penyesuaian harga komoditas yang diatur oleh pemerintah," papar Perry.
Baca Juga
Imbal Hasil Treasury 10-tahun Menurun di Bawah 4% Setelah Rilis Data Inflasi
