Ini Dia Industri Unggulan yang Bisa Pacu Pertumbuhan Indonesia Versi Bappenas
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebut masih memiliki peluang untuk mengejar ketertinggalan demi mencapai target Indonesia Emas 2045. Salah satu caranya yaitu mendukung sektor industri di sektor pertahanan.
“Kita sekarang punya PT DI (Dirgantara Indonesia) dan PT PAL,” ucap Suharso di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, Senin (20/11/2023).
Suharso mengatakan baru-baru ini mempromosikan pesawat amfibi N-219 ke Amerika Serikat (AS). Dia berharap promosi pesawat bikinan PT DI ini bisa menjadi pendorong dari industri tingkat tinggi ke depannya.
“Terdengar lucu Bappenas yang promote. Untungnya bisa diterima oleh Kementerian Keuangan karena kita geregetan untuk dorong yang seperti ini,” ujar dia.
Baca Juga
Suharso Monoarfa Jawab Kritik soal Target Indonesia Emas 2045
Menurut Suharso dengan mendorong industri di sektor pertahanan, akan ada kompleksitas produk yang dihasilkan. Dengan begitu, industri di belakangnya akan turut terdongkrak. “Di belakangnya ada industri pertanian, kita bisa masuk di industri energi, bahkan di industri pangan,” kata dia.
Suharso mengatakan, industri pangan yang dimaksud berkaca dari pembuatan ransum untuk tentara atau T2P. “Itu dihasilkan untuk pertahanan. Tapi, tetap bergizi dan layak makan meski disimpan bertahun-tahun,” kata dia.
Suharso sebelumnya menyebut mengenai kompleksitas produk dari Indonesia yang masih tertinggal. Menurut dia, Indonesia perlu melihat kompleksitas produk yang dihasilkan dari industri di Korea Selatan dan China.
Korea Selatan, kata dia, punya produk yang memiliki kompleksitas yang tinggi. Begitu pula dengan China yang melakukan langkah serupa. “Dia punya mobil, misalnya, dia punya gadget itu luar biasa berkembang,” ujar dia. (CR-7)
Baca Juga
Bappenas Usul Isu EBT dan Transformasi Digital Jadi Bahan Debat Capres-Cawapres

