Ini Dia Strategi PLN Menopang Pertumbuhan Industri Kendaraan Listrik
JAKARTA, investortrust.id - Salah satu penentu sukses ekosistem industri electronic vehicle (EV) Indonesia adalah dukungan infrastrutur listrik. Bagian ini tentu menjadi tanggung jawab PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), seperti tertuang dalam Perpres No. 55 Tahun 2019.
Mandatnya jelas, ikut mensukseskan pengembangan infrastruktur ekosistem kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Mandat itu kemudian diperkuat melalui Permen ESDM No. 1 tahun 2023. Beleid ini menegaskan, PLN punya tugas menyediakan infrastruktur untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.
Merespons mandat itu, PLN tak sekedar merumuskan program. PLN bahkan sudah melangah cukup jauh dengan komitmen penuh. “Kami tentuberkomitmen penuh mensukseskan program ini, meskipun masih terus belajar dalam proses menjalankan mandat itu,” ujar Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Edi Srimulyanti saat menjadi pembicara pada seminar bertema “Membangun Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik” yang digelar investortrust.id, Selasa (29/8/2023).
Baca Juga
Konsistensi Indonesia Membangun Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik
Strategi pertama yang telah ditempuh yakni membangun perusahaan pengembang industri baterai milik Indonesia. Proyek yang melibatkan 3 mitra BUMN melahirkan PT Industri Baterai Indonesia (Indonesia Battery Corporation/IBC). Selain PLN, Pertamina, dan Mind ID ikut punya saham di IBC.
Selain membangun industri baterai, PLN juga mennggandeng mitra swasta untuk menyediakan infrastruktur listrik. Kerjasama ini dengan target mebangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU). PLN kemudian menyepakati model kerjasamabisnis untuk penyediaan dua infrastruktur pendukung itu.
Sampai dengan Juni 2023, PLN telah membangun 616 unit SPKLU yang tersebar di seluruh Indonesia. “Berdasrkan evaluasi kami, dari SPKLU yang sudah tersedia, ada sekitar 73.000 transaksi. Kemudian jumlah pengguna EV aktif sekitar 1.900 unit,” ujar Edi Srimulyanti.
Selain menggandeng mitra swasta untuk membangun SPKLU, PLN berpartner dengan kalangan ATPM. Kerjasama ini bertujuan mempeluas instalasi home charging. Beberapa ATPM sudah bekersam dengan PLN seperti Hyundai, DFSK, Viar, Gesit, Smoot, dan beberapa mitra lainnya.
Khusus untuk infraslistrik roda dua, PLN menyediakan jaringan SPLU. “SPLU ini merupakan stasiun pengisian listrik yang bisa digunakan oleh UMKM dan kendaraan roda dua. Sedangkan SPKLU merupakan stasiun pengisian kendaraan listrik khusus untuk roda empat,” terang Edi Srimulyanti.
Baca Juga
Kolaborasi ini telah melibatkan setidaknya 20 mitra, baik ATPM, perusahaan transportasi, hingga perusahaan digital. PLN juga menggandeng kalangan perbankan untuk membangun SPKU, Perusahaan pemilik mall, maupun pengelola are publik lainnya.
Selaras dengan kebutuhan konsumen era digital, PLN telah membangun platform layanan kendaraan listrik yang disebut EVDS (Electric Vehicle Digital Services). Platform yang sudah diluncurkan pada pertengahan 2022 ini dirancang PLN untuk mengintegrasikan semua sistem pelayanan pelanggan, baik bagi pengguna maupun calon pengguna kendaraan listrik.
Strategi pengembangan infrastruktur ini, menurut Sri Mulyanti, mengacu (benchmark) pada pertumbuhan pengunaan EV di Thailand. Negeri Gajah Putih jadi acuan karena pada tahun kedua setelah merintis industri EV, tingkat penggunaan sudah meningkat dua kali lipat. “Jadi kami mengasumsikan, tahun depan (2024), kendaraan roda empat (EV) di Indonesia sudah naik dua kali lipat dari saat ini,” urai Edi Srimulyanti.
Sedangkan strategi percepatan pengembangan SPKLU mengacu pada pasar Amerika Serikat. Negeri Paman Sam ini menyediakan SPKLU dengan rasio satu dibanding 16, atau satu SPKLU melayani 16 unit kendaraan per hari.
Mengacu pada data benchmarking itu, PLN berkomitmen menyediakan hingga SPKLU sebanyak 1.700unit sampai akhir tahun ini. Selanjutnya, kebutuhan infrastruktur EV roda empat sampai akhir 2030 ditargetkan dibangun 22.000 unit.
Selain itu, menurut Edi, untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem, PLN membebaskan uang jaminan kepada calon mitra. Model bisnis digital yang dikembangkan PLN saat ini memungkinkan untuk menerapkan kebijakan tersebut.
Baca Juga
Sejalan inovasi desain SPKLU yang lebih minimalis yang ditunjang penggunaan aplikasi, biaya investasi akan lebih murah bagi calon mitra. Model bisnis kemitraan ini yang sedang disiapkan PLN dan ditawarkan pada calon mitra seperti mall, pergantoran, apartemen, maupun area kendaraan umum.
Sasaran dari berbagai strategi yang diusung PLN ini semakin memudahkan pengguna EV. Sejalan dengan itu, ekosistem kendaraan listrik Indonesia akan semakin bekembang dan membawa dampak positif bagi bumi.
Baca Juga
Bahlil Yakin Investasi Ekosistem Kendaraan Listrik Terus Naik

