Bos BI Ramal The Fed Pangkas Suku Bunga 75 Bps Tahun 2024
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo probabilitas kecenderungan Fed-Funds Rate akan turun pada semester II-2024.
"Based line kami Fed-Funds Rate akan turun di semester II. Berapa? 3 kali. Berapa banyak? 75 basis poin (bps)," sebutnya dalam acara Starting Year Forum 2024 di Jakarta, Kamis (01/02/2024).
Di satu sisi, Bos BI tersebut menyebut gelombang ekonomi dunia sepanjang tahun 2024 akan lebih kecil dibandingkan yang terjadi di tahun 2023 dan 2022.
Baca Juga
Dorong Penjualan UMKM, BRI Bagikan Hadiah Undian di Pasar Tanah Abang
Probabilitas penurunan suku bunga oleh The Fed disebutkan Perry menjadi sinyal melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Berdasarkan probabilitas tersebut, BI juga membuka peluang untuk menurunkan BI Rate atau tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia.
“Tapi rupiah akan menguat, meski masih ada risiko uncertainty. Rupiah harus kami stabilkan dulu. Kami kuatkan dulu. Baru kemudian akan turunkan BI Rate,” ungkapnya.
Menurut Perry sepanjang tahun 2023 nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika menguat 1,1%. Ia juga menjelaskan ke depan rupiah akan menuju tren yang stabil dan menguat.
Baca Juga
BI sebelumnya mempertahankan BI Rate atau tingkat suku bunga di level 6%.
Dalam pemaparannya di Starting Year Forum 2024, Perry Warjiyo mengulas kondisi fundamental ekonomi dalam negeri masih terjaga baik.
Sepanjang tahun 2023 Indonesia kata dia, berhasil menjaga inflasi serta mencatatkan neraca perdagangan surplus.

