Sri Mulyani Khawatirkan Dampak Perang terhadap Perekonomian Dunia
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengkhawatirkan kondisi geopolitik dunia yang belum stabil. Sri Mulyani mengatakan geopolitik masih menjadi faktor dominan dalam perekonomian dunia.
“Geopolitik dan termasuk perang itu kalau orang Jawa, tidak pakai woro-woro (pengumuman) biasanya yang begitu terjadi dan dampaknya langsung mempengaruhi kepada perekonomian dunia,” kata Sri Mulyani saat paparan APBN, di kantornya, Jakarta, Senin (25/3/2024).
Baca Juga
Sri Mulyani mengatakan saat ini lingkungan ekonomi global sudah terlihat baik. Perekonomian Amerika Serikat, kata dia, relatif resiliensi atau tangguh meski ada peningkatan dari suku bunga yang luar biasa tinggi dalam waktu sangat cepat. AS, kata dia, juga mematahkan ekspektasi banyak pihak yang memprediksi bakal terjun ke jurang resesi.
“AS diperkirakan hard landing, sekarang terlihat AS perekonomiannya cukup resiliensi bahkan soft landing bisa dicapai,” ujar dia.
Selain AS, beberapa negara di Eropa juga menjadi sorotan karena semakin menghangatnya hubungan Rusia dengan beberapa negara lainnya. Ketegangan ini memunculkan kekhawatiran munculnya kebijakan yang berdampak bagi banyak negara.
Adapun Jepang memutus rantai suku bunga negatif yang berlangsung lama. Sri Mulyani menyebut kondisi perekonomian China turut terjadi pelemahan karena turut loyonya arus modal asing.
“Ini jadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan China, mengalami pelemahan karena isu geopolitik,” kata dia.
Baca Juga
Oleh-oleh Sri Mulyani dari Forum G20: Pentingnya Perangi Kelaparan dan Kemiskinan
Sementara itu, Sri Mulyani mengatakan salah satu motor perekonomian global, yaitu India. Dia mengatakan India masih menjadi salah satu negara yang pertumbuhan ekonomi terbaik di G-20.

