Fantastis, Perputaran Uang Selama Lebaran 2024 Bisa Mencapai Rp 235 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Seberapa besar perputaran ekonomi selama periode Lebaran? Setiap institusi dan lembaga keuangan mengungkapkan angka berbeda-beda, tergantung asumsi yang digunakan. Ada yang menyebut perputaran uanga selama Lebaran 2024 ini sampai Rp 235 triliun.
Direktur Eskekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti memprediksi perputaran uang selama libur Idulfitri atau Lebaran 2024 mencapai Rp 235 triliun. Angka itu didasari dari prediksi jumlah pemudik yang mencapai 193 juta orang.
“Sekarang diperkirakan jumlah pemudik 193 juta orang, saya memprediksi terjadi Rp 235 triliun perputaran uang,” kata Esther kepada investortrust.id, Minggu (7/4/2024).
Esther mengatakan, perputaran itu terjadi karena perpindahan penduduk selama Lebaran dari kota-kota besar ke kampung halaman. Dia menyebut beberapa daerah yang menjadi sumber perpindahan tersebut di antaranya, Jakarta, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Surabaya, beberapa kota di Kalimantan, dan Makassar.
“Jadi memang main areanya masih di Jawa,” kata dia.
Esther mengatakan selama sepekan libur Lebaran ini diperkirakan terjadi inflasi, namun masih dapat terkendali. Inflasi yang terjadi terutama didorong inflasi inti.
Esther mengatakan inflasi terdorong karena peredaran uang di masyarakat yang meningkat karena adanya Tunjangan Hari Raya (THR) dan belanja masyarakat dan konsumsi rumah tangga yang meningkat.
“Karena kan Lebaran tidak hanya masalah perayaan doang, tapi hal-hal yang nggak biasa seperti pesan kue atau hampers, baju baru, dan orang bepergian juga jadi menginap di hotel dan seterusnya,” kata dia.
Dengan kondisi ini, diperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal-II akan terdongkrak hingga 4,8-5%. Esther menyebut sektor yang menonjol jadi pengungkit yaitu perdagangan, hotel, akomodasi, dan food and beverages.
Meski begitu, faktor yang harus diantisipasi yaitu pasokan komoditas pangan setelah libur Lebaran. Pasokan komoditas akan sangat berdampak terhadap pengendalian harga baru yang terjadi setelah Lebaran.
“Tidak hanya makanan, tapi juga barang-barang lain. Dipastikan supply barang itu cukup dan distribusinya lancar, sehingga tidak ada peningkatan harga yang sangat tajam,” ujar dia.
Sebelumnya, Kadin Indonesia menyebut perputaran uang selama Ramadan dan Idul Fitri mencapai sekitar Rp 157 triliun.
Baca Juga
Kadin: Perputaran Uang Selama Ramadan dan Idulfitri 2024 Capai Rp 157,3 Triliun
Versi BSI Rp 70 Triliun
Dalam laporan kuartalnya, Bank Syariah Indonesia (BSI) turut mensimulasikan peredaran uang selama Lebaran 2024. Senior Quantitative Analyst BSI Institute, Fatiya Rumi Humaira menyebut dari tiga variabel yang diproyeksikan yaitu dari biaya perjalanan mudik, pemberian hampers, dan THR dari saudara, uang sekitar Rp 70,28 triliun bakal beredar.
Fatiya menyebut biaya perjalan mudik secara nasional yaitu Rp 30,42 triliun. Angka ini diambil dari rata-rata biaya perjalanan mudik nasional yang sebesar Rp 591.150.
“Metode perjalanan mudik yang dipilih cukup bervariasi, di mana 47% mudik dengan mobil pribadi, 32% dengan motor pribadi, 25% dengan bus atau travel, 19% dengan kendaraan sewa, 19% dengan kereta, 12% dengan pesawat, dan 6% dengan kapal,” kata Fatiya.
Sementara itu, untuk total potensi perputaran ekonomi dari pemberian hampers atau bingkisan, secara nasional adalah Rp 10,73 triliun. Angka ini mempertimbangkan pemberian bingkisan sebesar Rp 265.350.
Pemberian bingkisan saat Lebaran karena sifat altruisme masyarakat yang cukup tinggi. “Sebanyak 21 masyarakat memberi hampers atau bingkisan kepada kerabat atau saudara selama periode Ramadan-Idul Fitri. Rata-rata biasanya hampers atau bingkisan sebesar Rp 365.350,” tulis dia.
Tidak hanya pada Ramadan, altruisme juga berlanjut pada hari raya. Sebanyak 43,9% membagikan THR kepada keluarga atau kerabat, dengan rata-rata pengeluaran THR sebesar Rp 526.000. Perhitungan BSI Institute menunjukkan bahwa pemberian THR oleh kerabat atau saudara (bukan oleh instansi tempat bekerja) mencapai Rp 29,13 triliun.
Baca Juga

