Kadin Indonesia Prediksikan Perputaran Uang Lebaran Capai Rp 148 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memproyeksikan perputaran uang saat Lebaran 2026 mencapai Rp 148 triliun. Angka itu diasumsikan berdasarkan total pemudik yang diprediksi Kementerian Perhubungan.
Survei Kementerian Perhubungan menunjukkan potensi pergerakan masyarakat pada momen mudik Idulitri 1447 H atau Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang atau 50,6% dari total populasi Indonesia. Jumlah ini menurun 1,75% dibanding tahun 2025 lalu yang mencapai 146,4 juta. Jumlah pemudik 143,9 juta setara dengan 35.975.000 kepala keluarga dengan asumsi rata-rata per keluarga terdiri dari 4 orang.
"Jika per keluarga membawa uang sebesar Rp 4,125 juta,naik 10% dari tahun 2025 lalu sebesar Rp 3,75 juta maka potensi perputaran uang mencapai Rp 148,4 triliun, naik 8% dari tahun sebelumnya," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, melalui keterangan resminya, Kamis (19/3/2026).
Sarman menjelaskan bahwa angka perputaran uang ini berpotensi naik. Sebab perhitungan tersebut menggunakan basis perhitungan terendah.
"Perputaran uang masih berpotensi mencapai Rp 161,89 triliun dengan asumsi rata rata per keluarga membawa uang sebesar Rp 4,5 juta," ucap dia.
Sarman mengatakan uang tersebut akan banyak beredar di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Sisanya menyebar ke Pulau Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan berbagai destinasi wisata lainnya.
Baca Juga
OJK: Momen Ramadan dan Lebaran 2026 Jadi Motor Utama Pertumbuhan Industri Pergadaian
Perputaran uang akan banyak untuk kebutuhan mudik seperti tiket, biaya tol dan bahan bakar minyak (BBM), servis kendaraan serta oleh oleh untuk keluarga di kampung halaman, kemudian baju baru untuk keluarga dan peralatan salat, THR untuk kerabat dan keluarga, hampers untuk tetangga dan sahabat. Kemudian, perputaran uang juga digunakan untuk membeli aneka makanan dan minuman khas lebaran untuk menyambut tamu, kebutuhan rumah tangga umumnya seperti bahan pokok pangan dan sedekah.
"Artinya perputaran uang hampir menyasar kesemua sektor usaha yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat menjelang dan selama Idulfitri 1447 Hijriah," ujar dia.
Perputaran uang selama perayaan dan libur Lebaran dengan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata rata 10-15% menjadi momentum untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I-2026 yang ditargetkan sebesar 5,4%– 5,5%.
Menurut Sarman, selain capaian terhadap target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026, upaya pemerintah menjaga pasokan BBM di tengah dampak Perang Teluk membuat masyarakat tak ragu berbelanja.
"Hal itu sangat penting karena masyarakat juga mengikuti perkembangan geo politik perang Iran vs AS dan Israel yang berpotensi mengganggu pasokan BBM dan gas ke dalam negeri," ujar dia.
Baca Juga
Kejutan Lebaran, BNI Hadirkan Diskon hingga Rp 2 Juta di Berbagai Merchant

