PMI Manufaktur Indonesia Ekspansif 28 Bulan Berturut-turut
JAKARTA, investortrust.id – Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia tetap berada dalam fase ekspansi selama 28 bulan berturut-turut. Hanya Indonesia dan India yang mampu mempertahankan level ekspansi atas 50 poin selama lebih dari 25 bulan.
"Manufaktur di Tanah Air semakin menggemuruh hingga akhir tahun 2023, tanda para pelaku industri nasional kian optimistis dalam menjalankan usaha di tengah berbagai dampak geopolitik dan geoekonomi global. Kepercayaan diri ini tercermin dari capaian positif PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis oleh S&P Global pada bulan Desember lalu yang berada di posisi 52,2, atau naik 0,5 poin dibanding November di level 51,7," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan di Jakarta, Selasa (02/01/2023).
Baca Juga
Pembelian Produk Dalam Negeri Tingkatkan PMI Manufaktur, Begini Penjelasannya
2024 Bisa Lebih Baik
Dalam laporannya, S&P Global menyatakan ekspansi PMI Manufaktur Indonesia pada Desember 2023 dikarenakan adanya permintaan yang cukup tinggi, termasuk dari luar negeri. Ini mendorong pertumbuhan produksi lebih cepat dan penambahan jumlah tenaga kerja.
Menperin mengemukakan pula, kondisi sektor manufaktur di Indonesia terus membaik lantaran juga didukung beragam kebijakan strategis pemerintah yang telah berjalan secara on the right track. “Laju industri manufaktur kita bisa lebih cepat di akhir tahun 2023. Kami juga optimistis di tahun 2024 bisa lebih baik,” ungkapnya.
Baca Juga
Targetkan Pertumbuhan Industri Pengolahan 5,8%, Menperin: Cukup Agresif

