Optimisme Keberlanjutan Pemerintahan Dorong Rupiah Bisa Tembus Rp 14.800/Dolar
Oleh Ibrahim Assuaibi,
direktur utama PT Laba Forexindo dan analis rupiah
INVESTORTRUST.ID - Hasil sementara hitung cepat KPU RI menunjukkan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memimpin Pilpres 2024, dengan perolehan sekitar 12,5 juta suara atau sekitar 56,11% dari suara yang masuk. Berdasarkan quick count tersebut, pasangan capres-cawapres nomor urut 02 ini berpotensi menang pilpres hanya dalam satu putaran.
Hasil quick count itu bahkan direspons cepat oleh para pelaku pasar. Hal ini kemungkinan karena kemenangan Prabowo dan Gibran – anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) --, sekaligus mengindikasikan akan melanjutkan program-program pemerintahan Jokowi.
Hal ini berpotensi mendorong rupiah menguat tajam. Bahkan, ada kemungkinan besar rupiah bisa saja menembus di bawah Rp 15 ribu per dolar Amerika Serikat.
Baca Juga
Rupiah dan IHSG Kompak Melesat, Euforia Pasca-Quick Count Pilpres Menangkan Prabowo
Kurs rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan pada Kamis (15/02/2024) dibuka menguat, kompak dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia yang melejit pada pagi hari.
Hingga pukul 09.31 WIB, nilai tukar rupiah tercatat sekitar Rp 15.578 per dolar AS, menguat 0,31% dibanding pada hari sebelumnya sekitar Rp 15.632 per dolar AS.
The Fed akan Turunkan Bunga
Potensi penguatan nilai tukar rupiah hingga di bawah Rp 15 ribu akan semakin besar, bila bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menurunkan suku bunga acuan sesuai ramalan para ekonom. Apalagi, kalau The Fed benar-benar menurunkan suku bunga dan Bank Indonesia merespons dengan menurunkan suku bunga acuannya juga, maka akan membuat ekonomi membaik.
Kemungkinan, rupiah bisa menguat ke Rp 14.800 per dolar AS, yang mengindikasikan indeks dolar kembali ke 98 poin. Bahkan dalam semester pertama tahun ini, posisi rupiah sudah berpeluang menembus Rp 14.800 per dolar AS.
Baca Juga
Sri Mulyani: Jika Proses Pemilu Bagus, Insyaallah Ekonominya Juga Bagus
Proyeksi tersebut dengan catatan, yakni bila Prabowo-Gibran berhasil menang dalam satu putaran. Selanjutnya, mampu menjaga stabilitas ekonomi dan politik nasional.
Apalagi, saat pilihan mayoritas memenangi pilpres dalam satu putaran, bisa saja partai yang lain berkoalisi. Saat parlemen kuat, dengan sendirinya kebijakan pemerintah tidak ada yang melawan, sehingga ekonomi stabil.
Transisi Kepemimpinan Berjalan Baik
Selain itu, dampak positif apabila Prabowo-Gibran berhasil menang hanya dalam satu putaran pilpres, maka dapat menghemat anggaran putaran kedua. Yang lebih penting, transisi kepemimpinan di Tanah Air akan berjalan baik.
Putaran pertama diperkirakan membutuhkan biaya Rp 40 triliun, sehingga kalau dua putaran, mungkin akan keluar kembali dana besar. Itulah sebabnya, setelah pemungutan suara dan quick count diumumkan, pelaku pasar pun optimistis.
Hasilnya juga sesuai dengan survei sebelumnya. Satu putaran yang digadang-gadang sebelumnya bisa terbukti.
Kendalikan Stabilitas Politik
Di sisi lain, hingga Presiden Jokowi meletakkan jabatan mendekati pengujung tahun 2024, diharapkan pemerintah mampu mengendalikan stabilitas politik. Dengan demikian, tidak ada reaksi berlebihan dari masyarakat yang dapat merugikan pasar.
Sebagaimana diketahui, Jokowi akan berakhir masa jabatan presiden periode keduanya pada Oktober mendatang. Sementara, di parlemen nantinya mayoritas adalah pengusung Prabowo-Gibran.
Semoga optimisme tahun 2024 rupiah di level Rp 14.800 per dolar terwujud. Tentu, ini akan menjadi prestasi terbaik Prabowo-Gibran di awal pemerintahannya.
