Ekonomi Indonesia Tahun Ini Bisa Tumbuh 5,2% Asalkan…
JAKARTA, investortrust.id – Perekonomian nasional tahun ini bisa tumbuh 5,2% sesuai target asalkan pemerintah memastikan konsumsi rumah tangga tumbuh stabil. Itu sebabnya, inflasi harus tetap terjaga rendah.
"Konsumsi rumah tangga harus dijaga karena 52% produk domestik bruto (PDB) kita ditopang konsumsi rumah tangga. Tantangan kita adalah bagaimana agar konsumsi rumah tangga tetap bagus. Pada kuartal IV-2023 kan agak turun," kata VP Economic Research PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Agus Salim Hardjodinoto saat menghadiri “Indonesia Leaders Forum 2024” yang digelar Detik.com di Jakarta, Kamis (14/04/2024).
Baca Juga
BI: Pilpres Satu Putaran Dapat Kerek Pertumbuhan Ekonomi ke Level Segini…
Agus Salim mengungkapkan, paket stimulus yang disiapkan pemerintah, seperti bantuan sosial (bansos), bakal turut mendongkrak konsumsi rumah tangga tahun ini, khususnya pada kuartal I. Konsumsi rumah tangga juga mendapat stimulan dari pelaksanaan Pemilu 2024.
"Kita berharap konsumsi rumah tangga tumbuh pesat karena ada pemilu, bansos, dan lain-lain. Kalau ini bisa kita tingkatkan, perekonomian akan lebih solid. Asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN tahun ini sebesar 5,2% bakal tercapai," papar dia.
Pengaruh Ekonomi China
Agus Salim menjelaskan, perekonomian Indonesia tahun ini masih menghadapi tantangan perlambatan ekonomi global.
"Kalau kondisi di luar memang badainya belum berakhir nih sepertinya. Ekonomi secara global tumbuh terbatas. Eropa masuk resesi, Amerika juga melambat," tutur dia.
Namun, menurut Agus, sorotan utama tertuju ke ekonomi China sebagai mitra utama perdagangan Indonesia. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat terpengaruh oleh kondisi China sebagai negara utama tujuan ekspor kita,” tandas dia.
Saat ini, kata Agus, China menargetkan ekonomi domestiknya tahun ini tumbuh 5%. Target itu sulit dicapai. “Secara organik sangat susah tercapai, kecuali mereka memberikan stimulus,” ujar dia.
Baca Juga
Untuk mendorong ekonominya, menurut Agus Salim, pemerintah China perlu menggelontorkan kembali stimulus ke sektor-sektor lain di luar properti. Sejauh ini, pemerintah China baru memberikan stimulus kepada sektor properti.
“Ekonomi kita akan tumbuh lebih baik jika ekonomi China bangkit,” tegas dia.

