Inflasi Inggris Melambat Kurang dari Perkiraan, Jadi 3,2% Maret
JAKARTA, investortrust.id - Inflasi harga konsumen Inggris melambat kurang dari perkiraan ke level terendah dalam dua setengah tahun, menjadi sebesar 3,2% secara tahunan di Maret lalu. Inflasi turun dari kenaikan 3,4% di bulan Februari 2024, menurut Kantor Statistik Nasional (Office for National Statistics/ONS) pada Rabu (17/4/2024) ini.
Melansir dari Reuters, Rabu (17/4/2024), Bank of England (BoE) yang memiliki target inflasi sebesar 2% dan para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan tingkat inflasi tahunan sebesar 3,1%. “Inflasi utama kembali mengambil langkah kecil menuju target,” kata ekonom di PwC, Jake Finney, seraya menambahkan bahwa tekanan akan semakin besar pada BoE untuk menurunkan suku bunga jika inflasi terus turun.
Namun, kata Jake, bank global kemungkinan menginginkan bukti yang lebih konklusif bahwa kita telah mencapai pengembalian target yang berkelanjutan, sebelum mereka beralih ke penurunan suku bunga.
Kontras dengan AS
Perlambatan tingkat inflasi di Inggris itu kontras dengan percepatan pertumbuhan harga headline di Amerika Serikat, yang meningkat dua bulan berturut-turut menjadi 3,5%, menurut data yang diterbitkan minggu lalu. Pound sterling menguat terhadap dolar dan euro, segera setelah data dari Ingris tersebut dipublikasikan.
Inflasi inti di Inggris, yang tidak termasuk harga energi, pangan dan tembakau, juga melambat menjadi 4,2% dari 4,5% di Februari lalu. Sedangkan jajak pendapat Reuters menunjukkan angka 4,1%.
Menurut ONS, inflasi jasa, yang juga diawasi dengan ketat oleh BoE, sedikit turun menjadi 6,0% dari sebelumnya 6,1%. Lebih lanjut, ONS menyatakan, perlambatan harga pangan merupakan kontributor utama terhadap penurunan inflasi umum.
Harga makanan dan minuman non-alkohol meningkat sebesar 4% selama 12 bulan hingga Maret 2024. Ini kenaikan terlemah sejak November 2021.
"Sekali lagi, harga pangan menjadi alasan utama penurunan ini, dengan kenaikan harga yang lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Mirip dengan bulan lalu, kami melihat adanya kompensasi sebagian dari kenaikan harga bahan bakar," tutur Kepala Ekonom ONS Grant Fitzner.

