Ekonom Citi Prediksi Rupiah Baru Bisa Menguat Juni, Ini Syaratnya
JAKARTA, investortrust.id - Chief Economist Citi Indonesia Helmi Arman memprediksi bahwa penguatan rupiah baru akan terjadi pada Juni 2024. Hal itu tentunya dapat terwujud apabila Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menurunkan suku bunganya
“Kami, Citi, memperkirakan suku bunga The Fed akan mulai turun di bulan Juni nanti,” ucap Helmi saat konferensi pers di kawasan Jakarta, Selasa (2/4/2024).
Penurunan suku bunga The Fed pun diperkirakan Helmi baru bisa terjadi dengan sejumlah asumsi. Ini antara lain, jika kondisi ketenagakerjaan di Amerika Serikat dalam beberapa bulan ke depan akan semakin melemah.
Risiko Pilpres AS
Di sisi lain, Helmi mengungkapkan terdapat risiko lainnya pada akhir 2024 yang bisa menekan nilai rupiah. Salah satunya adalah pemilihan presiden atau pemilu di Amerika Serikat yang akan digelar pada pengujung tahun ini.
“Kita sudah banyak membaca bahwa mantan presiden Donald Trump akan kembali bertarung dan kemungkinan popularitasnya tinggi. Sehingga menurut analisa Citi, kalau presiden Trump ini kembali terpilih menjadi presiden AS, maka ini akan cenderung positif terhadap kekuatan dolar,” ucapnya.
Jadi. lanjut dia, kalau dolarnya menguat lagi terhadap mata uang negara lain secara umum, Indonesia harus lebih waspada lagi menjelang akhir tahun ini.
Indeks dolar Amerika Serikat yang dalam tren menguat memaksa mata uang rupiah terus melemah. Dilansir dari Yahoo Finance, mata uang Garuda dibuka pada level Rp 15.919 per USD pada Rabu (3/4/2024) atau hampir mendekati angka psikologis Rp 16.000 per USD.

