Angka Kemiskinan Ekstrem Turun, Wapres Beri Catatan Kritis Ini
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin memberi catatan khusus terhadap penurunan angka kemiskinan ekstrem dari Maret 2022 hingga Maret 2023 yang mencapai 1,12%.
“Pekerjaan rumah kita adalah menjaga tren penurunan ini hingga target dapat dicapai,” kata Ma’ruf saat menghadiri Rakornas dan Penyerahan Insentif Fiskal atas Kinerja Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2023, Kamis (9/11/2023).
Ma’ruf menyatakan untuk menjaga konsistensi tersebut diperlukan kerja aktif kepala daerah. Dia berharap kepala daerah yang mendapat penghargaan insentif fiskal dalam penghapusan kemiskinan bisa memanfaatkan dananya untuk menghapus kemiskinan ekstrem. Utamanya, untuk menciptakan kegiatan yang bermanfaat langsung kepada masyarakat.
“Pastikan program kemiskinan ekstrem menggunakan data P3KE (Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) agar lebih tepat sasaran, utamakan kelompok miskin, penduduk lansia, dan penyandang disabilitas,” ujar dia.
Baca Juga
Sri Mulyani: Angka Kemiskinan Global Melonjak 100 Juta Orang per Tahun akibat Perubahan Iklim
Dia berharap program pengentasan kemiskinan ekstrem bisa terhapus dengan sinergitas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta dunia pendidikan dan usaha.
Catatan lain yang disampaikan Ma’ruf yaitu target penurunan angka kemiskinan yang baru mencapai 9,36% per Maret 2023. Padahal, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 angka kemiskinan ditargetkan sebesar 6,5-7,5%.
“Perlu kebijakan khusus melalui berbagai program di kementerian dan lembaga, dan pemerintah daerah,” ucap dia.
Ma’ruf juga mengkritisi pengentasan penduduk miskin di wilayah pedesaan tertinggal jauh dibandingkan di perkotaan. Untuk mengatasi itu, dia menyarankan perlunya perhatian dan intervensi di wilayah pedesaan, di antaranya optimalisasi dana desa dan refocusing anggaran.
“Lakukan refocusing anggaran 2024 agar lebih berpihak ke wilayah pedesaan, prioritaskan desa dengan jumlah rumah tangga dalam kategori Desil 1 dan 2, afirmasi pada kantong kemiskinan, dan wilayah tertinggal, terdepan dan terluar,” ucap dia. (CR-7)
Baca Juga
Selain Kekang Inflasi, RAPBN 2024 Fokus Hapus Kemiskinan Ekstrem

