Pertumbuhan 5% Dipastikan Tidak Cukup Dorong Indonesia Jadi Negara Maju Sebelum 2045
JAKARTA, investortrust.id – Pertumbuhan ekonomi 5% dipastikan tidak cukup mendorong untuk Indonesia menjadi negara maju sebelum tahun 2045. Selain butuh pertumbuhan minimal 6,6%, upaya mencapai target tersebut juga butuh dukungan dari sisi investasi.
“Check pointnya kita di tahun 2030, kita menargetkan PDB di angka US$10.000 per kapita,” papar Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves, Firman Hidayat, dalam acara Konferensi Pers Evaluasi Kinerja 2023 Menuju Indonesia Emas 2045, yang diselenggarakan secara daring oleh Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Jumat (22/12/2023).
Untuk mencapai target PDB per kapita di angka US$10.000, dibutuhkan pertumbuhan ekonomi rata-rata minimal 6,6%. Selain itu perlu dukungan investasi baru untuk meningkatkan ekspor.
Firman menilai, tanpa adanya upaya transformatif yang berkelanjutan, PDB per-kapita Indonesia di tahun 2030 hanya di kisaran USD8.000.
Baca Juga
Ekonom Bank Mandiri Sebut Sektor Ini Akan Topang Pertumbuhan PDB
Nenurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sampai triwulan III 2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,94% (yoy). Mengacu pada perkembangan tersebut, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 berada pada kisaran 4,5-5,5%.
“Bonus demografi puncaknya di tahun 2030-an, kalau kita tidak bisa meningkatkan pertumbuhan cukup cepat, maka bonus ini akan menjadi beban. Apabila kita tidak bisa menciptakan lapangan kerja yang cukup untuk penduduk usia produktif kita,” ujar Firman.
Diperkirakan, Indonesia membutuhkan sekitar 60 juta lapangan pekerjaan layak/formal/kelas menengah untuk mencapai 80% penduduk Indonesia dengan tingkat ekonomi kelas menengah atau economically secure.
Baca Juga
“Jadi sekali lagi, ini menegaskan dari trajektori ini 5-10 tahun depan akan menjadi kunci, karena kalau tidak bisa meningkatkan dengan cepat, maka target visi Indonesia 2045 akan sulit untuk dicapai,” tegasnya.
Menteri Koodinator Maritim dan Investasi (Menkomarves), Luhut Binsar Pandjaitan juga menambahkan, pihaknya mengembangkan beberapa proyek seperti seaweed (rumput laut), serta transisi energi di sektor transportasi.
Transisi ini mencakup implementasi perdagangan bursa karbon, dan penggunaan pusat penyimpanan karbon. Beberapa proyek ini akan terus dikembangkan mengingat Indonesia memiliki potensi besar untuk mendukung target Net Zero Emission pada tahun 2060 dan visi Indonesia Emas 2045. (CR-4)
Baca Juga
Badan Migrasi PBB: Pekerja Migran Berkontibusi Lebih dari 9% PDB Global

