Jokowi: Kesuksesan IPEF akan Tergantung Manfaat yang Saling Menguntungkan
SAN FRANCISCO, investortrust.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pandangan Indonesia bahwa kesuksesan Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) akan tergantung pada manfaat yang saling menguntungkan, yang dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh negara mitra IPEF. Pada pertemuan IPEF di San Francisco, hadir para pemimpin dari 14 negara anggota, namun hanya 5 negara yang diberikan kesempatan menyampaikan sambutan terkait pandangan dan harapannya, yakni Amerika Serikat, Indonesia, Jepang, Singapura, dan Vietnam.
"Kami menegaskan kembali perlunya kerja sama di kawasan Indo-Pasifik. Indonesia selalu terbuka melakukan kerja sama dengan siapa pun, berdasar prinsip saling menguntungkan," tandas Presiden Jokowi dalam pernyataan usai Pertemuan Tingkat Kepala Negara IPEF yang menutup rangkaian negosiasi dan pertemuan IPEF di San Francisco, AS, pada 16 November 2023 waktu setempat.
Baca Juga
Airlangga: Pebisnis APEC Perlu Percepat Transisi Energi dan Pembangunan Infrastruktur Hijau
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hadir mendampingi Presiden Jokowi pada acara Pertemuan Tingkat Kepala Negara IPEF. Airlangga juga bertindak selaku menteri yang mewakili Indonesia dalam pembahasan di berbagai forum IPEF.
Hasil Negosiasi IPEF
Sementara itu, Presiden AS Joe Biden menyampaikan progres signifikan yang telah dilakukan IPEF. “Sejak pertemuan para kepala pemerintahan di Tokyo Mei tahun lalu hingga saat ini, seluruh negara mitra IPEF telah mencapai kemajuan substansi dan konsensus untuk 3 Pilar IPEF. Ini adalah Pilar II Rantai Pasok, Pilar III Ekonomi Bersih, dan Pilar IV Ekonomi Adil,” ucap Biden.
Presiden Joe Biden juga menyampaikan bahwa seluruh mitra IPEF telah menandatangani MoU Perjanjian Pilar II mengenai Rantai Pasok, yang diharapkan membantu mengindentifikasi hambatan rantai pasok sebelum terjadinya disrupsi. Ia juga menyampaikan fokus pada sektor energi bersih.
“Perjanjian Pilar III Ekonomi Bersih diharapkan dapat menciptakan percepatan transisi energi di kawasan Indo-Pasifik melalui terciptanya investasi pemerintah dan sekor swasta yang lebih besar dalam inovasi energi bersih dan infrastruktur penunjang. Beberapa kerja sama investasi di sektor energi bersih dilakukan dengan Filipina, Thailand, Indonesia, dan India,” ujar Presiden Joe Biden.
Baca Juga
Ingatkan Posisi Sesama Pemimpin, Presiden Biden Nilai Progres Hubungan AS-China Baik
Presiden Joe Biden mengungkapkan lebih lanjut, pada Pilar I Perdagangan, seluruh negara mitra IPEF telah berupaya menunjukkan progres dalam mencapai peraturan perdagangan yang berstandar tinggi, termasuk penguatan standar aturan ketenagakerjaan dan lingkungan. Para mitra IPEF juga berkomitmen memperluas kerja sama untuk menghadap tantangan dalam penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence), ketahanan energi, dan semikonduktor.
“Seluruh negara mitra IPEF juga telah sepakat meluncurkan critical mineral dialogue untuk penguatan rantai pasok ke depan dan membuat lapangan pekerjaan di sektor energi bersih. Kami mengajak mengajak negara mitra IPEF berupaya untuk mengarahkan kebijakannya kepada penerapan standar tinggi yang transparan, inklusif, dan inovasi,” ujar Biden.

