ADB Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI, kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) menaikkan proyeksinya pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sebelumnya 4,8% menjadi 5,0% pada 2023. Kok bisa?
Menurut Senior Country Economist ADB, Henry Ma, ADB menaikkan proyeksi ekonomi Indonesia karena kinerja sektor konsumsi rumah tangga cenderung membaik ke masa prapandemi.
“Untuk Indonesia, kami sedikit merevisi proyeksi (pertumbuhan ekonomi) kami ke atas dari 4,8% menjadi 5,0%,” kata Henry dalam acara diskusi virtual Asian Development Outlook September 2023 di Jakarta, Rabu (27/09/2023).
Menurut Henry, untuk proyeksi ekonomi Indonesia pada 2024, ADB tetap memperkirakan di level 5,0%. Selain itu, ADB merevisi proyeksi inflasi Indonesia dari sebelumnya 4,2% menjadi 3,6%. Tahun depan, ADB tetap mempertahankan proyeksi inflasi RI di angka 3,0%.
Henry, seperti dikutip Antara, menjelaskan, meningkatnya konsumsi rumah tangga disebabkan daya beli masyarakat yang cenderung membaik seiring pulihnya ekonomi pascapandemi Covid-19.
Meningkatnya belanja masyarakat pascapandemi, menurut dia, juga ditandai membaiknya mobilitas masyarakat, sehingga banyak wisatawan mancanegara (wisman) yang kembali berdatangan ke Indonesia.
"Konsumsi wisatawan mancanegara di Indonesia kembali meningkat, bahkan telah berada di atas masa prapandemi," ujar Henry.
Pada kesempatan yang sama, Country Director ADB untuk Indonesia, Jiro Tominaga mengemukakan, bertumbuhnya ekonomi Indonesia hingga 5,0% pada 2023 terjadi sejalan dengan meningkatnya permintaan domestik yang mengambil alih peran ekspor komoditas sebagai pendorong pertumbuhan.
"Pertumbuhan yang sehat terus berlanjut pada paruh pertama 2023, dengan tanda-tanda akselerasi, sementara inflasi terus menurun lebih cepat dari yang diperkirakan karena guncangan harga komoditas pada tahun 2022 mereda," papar Jiro.
“Untuk Indonesia, kami sedikit merevisi proyeksi (pertumbuhan ekonomi) kami ke atas dari 4,8% menjadi 5,0%,” kata Henry dalam acara diskusi virtual Asian Development Outlook September 2023 di Jakarta, Rabu (27/09/2023).
Menurut Henry, untuk proyeksi ekonomi Indonesia pada 2024, ADB tetap memperkirakan di level 5,0%. Selain itu, ADB merevisi proyeksi inflasi Indonesia dari sebelumnya 4,2% menjadi 3,6%. Tahun depan, ADB tetap mempertahankan proyeksi inflasi RI di angka 3,0%.
Henry, seperti dikutip Antara, menjelaskan, meningkatnya konsumsi rumah tangga disebabkan daya beli masyarakat yang cenderung membaik seiring pulihnya ekonomi pascapandemi Covid-19.
Meningkatnya belanja masyarakat pascapandemi, menurut dia, juga ditandai membaiknya mobilitas masyarakat, sehingga banyak wisatawan mancanegara (wisman) yang kembali berdatangan ke Indonesia.
"Konsumsi wisatawan mancanegara di Indonesia kembali meningkat, bahkan telah berada di atas masa prapandemi," ujar Henry.
Pada kesempatan yang sama, Country Director ADB untuk Indonesia, Jiro Tominaga mengemukakan, bertumbuhnya ekonomi Indonesia hingga 5,0% pada 2023 terjadi sejalan dengan meningkatnya permintaan domestik yang mengambil alih peran ekspor komoditas sebagai pendorong pertumbuhan.
"Pertumbuhan yang sehat terus berlanjut pada paruh pertama 2023, dengan tanda-tanda akselerasi, sementara inflasi terus menurun lebih cepat dari yang diperkirakan karena guncangan harga komoditas pada tahun 2022 mereda," papar Jiro.

