Surplus Neraca Perdagangan Surut di 2023, Kemenko Perekonomian Ungkap Penyebab
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengungkap sejumlah penyebab surplus neraca perdagangan Indonesia menurun pada 2023. Surplus neraca perdagangan tahun lalu senilai US$ 36,93 miliar, merosot dibanding pada 2022 yang mencapai US$ 54,46 miliar.
"Selama 44 bulan berturut-turut neraca perdagangan kita surplus. Namun, surplus di 2023 itu memang menurun dibandingkan 2022. Di 2023 hanya sekitar US$ 36,93 miliar," ucap Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam acara Investortrust Economy Outlook 2024 yang digelar di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta Pusat, Kamis (25/01/2024).
Baca Juga
Susiwijono mengatakan penurunan surplus neraca perdagangan ini dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya yakni ekspor Indonesia mencapai rekor tertinggi pada 2022 karena lonjakan harga komoditas.
"Saat itu (2022), kita tertolong karena harga komoditas. Ini antara lain CPO dan batu bara," tuturnya.
Normalisasi Harga
Kedua komoditas itu, lanjut dia, kemudian mengalami normalisasi harga pada 2023. Meski demikian, kondisi ini masih melanjutkan 44 bulan berturut-turut surplus neraca perdagangan Indonesia.
"Nah, pada saat harga mulai normal di 2023, surplus kita mulai menurun, sehingga terjadi penyusutan surplus. Tapi, kita masih dalam kondisi melanjutkan surplus neraca perdagangan selama 40 bulan lebih berturut-turut," tuturnya.
