Pengembangan Beras Jagung yang Berpotensi Menyehatkan dan Memakmurkan Rakyat
Oleh Budiman Susilo,
Direktur PT Buyung Poetra Sembada
INVESTORTRUST – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin mengapresiasi upaya petani jagung yang berhasil meningkatkan produksinya. Keberhasilan ini memiliki dampak positif yang besar, mengingat jagung sebagai komoditas pangan strategis memiliki potensi luar biasa untuk memenuhi kebutuhan makanan pokok rakyat Indonesia. Produktivitas jagung masih dapat ditingkatkan, bahkan hingga dua kali lipat dari yang sekarang.
Jika upaya serius dilakukan untuk mengolah jagung menjadi nasi jagung inovatif secara nasional, dapat dipastikan bahwa hal ini akan memperkuat produksi dan diversifikasi pangan pokok di Indonesia dengan efek multiplier yang sangat signifikan. Di samping meningkatkan produksi dan produktivitas jagung, ini juga akan membantu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya reformasi makanan pokok yang lebih sehat.
Di Jawa Timur dan wilayah Indonesia bagian timur, jagung sudah lama menjadi makanan pokok lokal. Jawa Timur sendiri merupakan produsen jagung terbesar di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik, produksi jagung Jawa Timur berkontribusi sekitar 26% terhadap total produksi nasional, mencapai sekitar 6,7 juta ton pipilan kering (PPK) dengan rata-rata produktivitas sebesar 5,4 ton per hektare pada 2021 dan diperkirakan naik menjadi 7,3 juta ton PPK pada 2022. Ada potensi besar untuk meningkatkan produktivitas dan produksi ini menjadi dua kali lipat dengan penggunaan jagung jenis hibrida, yang berarti kita bisa menambah suplai bahan makanan pokok sebanyak 6,7-7,3 juta ton tahun ini.
Baca Juga
Genjot Produksi Pangan, Kementan Ikut Tanam Jagung di Kebun Kelapa di Manado
Contoh keberhasilan ini dapat dilihat dari hasil panen yang diumumkan Bupati Ponorogo tahun lalu, yang menggunakan jagung jenis Hibrida Varietas TKS 234 atau Reog 234 di Kecamatan Babadan, menghasilkan rata-rata 10,2 ton per hektare, bahkan ada yang mencapai 12,4 ton per hektare.
Produktivitas jagung memang tinggi, menjadikannya salah satu komoditas biji-bijian terbesar di dunia, dengan produksi mencapai 1,15 miliar ton, melebihi gandum dan beras.
Inovasi Produk Nasi Jagung
Salah satu produsen nasi jagung terkemuka, PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), melalui brand DailyMeal, menciptakan Nasi Jagung inovatif. Produk ini berbentuk butiran beras berwarna kuning alami jagung. Cara memasaknya praktis seperti nasi putih biasa, tetapi nasi jagung lebih pulen dan dua kali lebih cepat matang. Selain itu, memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dengan kandungan vitamin C dan B, mineral magnesium dan kalium, serta tinggi serat dibanding nasi putih, sehingga cocok untuk mereka yang ingin tampil ramping.
Produsen ini juga menciptakan inovasi lain, yaitu Nasi Singkong bebas gula, yang memiliki bentuk dan cara memasak serupa dengan beras.
Diet Sehat dan untuk Penderita Diabetes
Dengan adanya kemajuan teknologi dan inovasi, nasi jagung menjadi alternatif sehat ketimbang nasi putih. Sebagai makanan pokok, nasi jagung rendah kalori, cocok untuk mereka yang ingin menjaga berat badan. Satu piring nasi jagung berukuran sedang memiliki sekitar 130 – 150 kkal, 32% lebih rendah dibanding nasi putih yang memiliki sekitar 200 – 220 kkal per porsi. Jagung juga merupakan sumber karbohidrat yang baik dan kaya serat, sehingga dapat juga menjadi alternatif pilihan bagi penderita diabetes.
Dalam 100 gram nasi jagung, terdapat berbagai nutrisi seperti energi 357 kkal, protein 8,8 g, lemak 0,5 g, karbohidrat 79,5 g, serat 6,2 g, kalsium 5 mg, fosfor 43 mg, besi 0,6 mg, natrium 2 mg, kalium 30,4 mg, tembaga 0,10 mg, dan seng 0,3 mg. Selain itu, terdapat vitamin B1 sebesar 0,30 mg, vitamin B2 sebesar 0,02 mg, dan niasin sebesar 0,1 mg.
Menurut data Kementerian Kesehatan, jumlah penderita diabetes di Indonesia kini mencapai sekitar 10 juta orang dan dapat meningkat menjadi 30 juta pada 2030 jika pola makan dan gaya hidup tidak diubah. Diabetes merupakan penyakit ketiga paling mematikan di Indonesia, setelah stroke dan penyakit jantung.
Manfaat Ekonomi & Sosial
Pentingnya diversifikasi pangan dari beras ke komoditas lain seperti jagung menjadi suatu keniscayaan. Dengan meningkatkan produktivitas jagung dan mengembangkan produk hilirisasi seperti Nasi Jagung, kita dapat mengurangi ketergantungan pada impor pangan serta meningkatkan kesehatan masyarakat.
Pemerintah perlu turut serta dalam mendorong pengembangan hilirisasi jagung, baik dalam bentuk nasi jagung maupun produk inovatif lainnya. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan meningkatnya produktivitas jagung dan diversifikasi pangan, terjadi peningkatan perputaran ekonomi rakyat, menciptakan multiplier effect yang besar bagi industri, ekonomi daerah, dan nasional.
Pengembangan beras jagung sebagai alternatif sehat untuk masyarakat Indonesia bukan hanya solusi untuk ketahanan pangan, tetapi juga langkah menuju masyarakat yang lebih sehat dan ekonomi yang lebih makmur. Pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat perlu bersinergi untuk mengoptimalkan potensi jagung sebagai sumber pangan utama yang berkualitas. ***

