Jelang Pergantian Tahun, Sri Mulyani Bocorkan Capaian APBN 2023
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati membocorkan pencapaian APBN 2023 hingga 28 Desember 2023. Ia mengeklaim APBN masih bekerja luar biasa sebagai instrumen andalan.
“APBN kita ditutup lebih baik ya dari yang kita harapkan. APBM kita sehat. Konsolidasinya bagus,” kata Sri Mulyani di laman YouTube resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sebagaimana diakses investortrust.id, Minggu (31/12/2023).
Sri Mulyani mengungkapkan, APBN terus meningkatkan produktivitas, mendorong transformasi ekonomi, dan menghadirkan inklusivitas untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Baca Juga
Menurut Sri Mulyani, visi untuk mencapai Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai tanpa pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sehat, dan berkelanjutan (sustainable). “Itu hanya bisa didukung oleh produktivitas yang naik,” tegas dia.
Berdasarkan bocoran Sri Mulyani, realisasi APBN hingga 28 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
*Realisasi pendapatan negara: Rp 2.725,4 triliun
- Target awal: Rp 2.463,0 triliun.
- Target Perpres 75/2023: Rp 2.637,2 triliun.
*Realisasi belanja negara: Rp 2.966,8 triliun
- Target awal: Rp 3.061,2 triliun.
- Target Perpres 75/2023: Rp 3.117,2 triliun.
*Realisasi pembiayaan anggaran: Rp 337,8 triliun
- Target awal: Rp 598,2 triliun.
- Target Perpres 75/2023: Rp 479,9 triliun.
Dalam paparannya, Menkeu Sri Mulyani menjelaskan, untuk bidang pendidikan, pemerintah mengeluarkan anggaran 20% dari APBN. Hingga 30 November 2023, belanja anggaran pendidikan yang telah terealisasi mencapai Rp 450,6 triliun dari alokasi Rp 612,2 triliun.
Di bidang kesehatan, kata Sri Mulyani, pemerintah mengalokasikan lebih dari 5% terhadap APBN. Hingga 30 November, pemerintah telah merealisasikan anggaran kesehatan sebesar Rp 156,6 triliun dari alokasi Rp 173,7 triliun.
Adapun anggaran jaring pengaman sosial, menurut Menkeu, realisasinya mencapai Rp 352,6 triliun dari alokasi Rp 476,0 triliun. “Kemudian faktor produktivitas kedua itu apa? Adalah infrastruktur. Jadi, infrastruktur itu, konektivitas itu, penting banget untuk produktivitas,” ucap dia.
Realisasi anggaran infrastruktur, kata Sri Mulyani, mencapai Rp 292,9 triliun dari alokasi Rp 391,7 triliun dalam APBN 2023.
Sri Mulyani menegaskan, pemerintah meningkatkan dukungan untuk inklusivitas ekonomi guna mereformasi pendidikan dan kesehatan. Langkah ini dilakukan agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan dasar di berbagai pelosok.
Baca Juga
“Dalam hal ini, dana desa, dana untuk meningkatkan pendidikan dasar, untuk pelayanan kesehatan dasar, puskesmas, posyandu, termasuk untuk stunting. Tujuannya, Indonesia itu nggak cuma ingin tumbuh tinggi (ekonominya) dengan 6-7%, tapi juga memperhatikan fondasi pertumbuhan yang baik,” papar dia.
Harapan 2024
Sri Mulyani menjelaskan, pada 2024 pemerintah optimistis APBN tetap menjadi alat untuk meredam guncangan yang responsif. APBN bakal mampu menciptakan stabilitas dan distribusi, serta menciptakan efisiensi ekonomi melalui alokasi.
“Tahun 2024 kita harus tetap waspada. Geopolitik masih belum selesai. Dunia masih dihadapkan fragmentasi yang luar biasa. Jadi, kita jangan terkejut, kita tahu shock itu selalu datangnya tidak pernah direncanakan,” ujar dia.
Menkeu mengemukakan, pada 2024 ada sejumlah program pemerintah yang membutuhkan pendanaan besar, di antaranya pemilihan umum (pemilu) dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga
Untuk IKN, kata dia, banyak investasi yang dianggarkan dalam APBN untuk membangun infrastruktur dasar dan kompleks pemerintahan. “Pasti tahun 2024 (proyek IKN) akan diakselerasikan,” tutur Menkeu.
Sri Mulyani menutup unggahannya dengan pesan harapan baru pada 2024. “Tahun 2023 kita buka dengan optimistis, semoga bisa kita tutup juga dengan senyuman manis, menyambut harapan baru di tahun 2024,” kata dia.

