Ekonom CORE: Momentum Mudik Dorong Kenaikan Jumlah Uang Beredar
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom Center on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menyebut momentum mudik dan Lebaran umumnya bisa mendorong kenaikan jumlah uang beredar secara musiman. Dia mengatakan, peningkatan peredaran uang secara logika dapat dianalisis dari mobilitas masyarakat yang relatif lebih besar, ketika periode mudik.
Yusuf mengatakan, berdasarkan kalkulasi dia, proyeksi jumlah uang beredar bisa berada pada kisaran Rp 130-140 triliun. Prakiraan ini muncul terutama pada April di mana periode mudik ini dijalankan.
"Aktivitas yang dilakukan seiring dengan aktivitas mudik misalnya berbelanja. Ketika melakukan aktivitas mudik kemudian membagikan THR ataupun salam tempel kepada keluarga pemudik," kata Yusuf melalui WhatsApp kepada investortrust.id, Minggu (7/4/2024).
Pemudik 190 Juta
Yusuf mengatakan, tahun ini, jumlah pemudik diperkirakan mencapai 190 juta orang. Angka ini relatif lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah pemudik tahun lalu yang hanya mencapai 134 juta orang.
"Kalau kita berbicara perputaran uang dari jumlah pemudik, saya kira memang akan mengalami pertumbuhan secara tahunan. Ini jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu," ucap dia.
Yusuf mengatakan, berdasarkan kalkulasi dia, proyeksi jumlah uang beredar bisa berada pada kisaran Rp 130-140 triliun. Prakiraan ini muncul terutama pada April di mana periode mudik ini dijalankan.
Yusuf menyebut, aktivitas mudik pada April ini akan berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2024. "Ini meski pada kuartal-II ada bulan Juni dan Juli, yang secara historis aktivitas perekonomiannya pada umumnya tidak banyak mengalami peningkatan. Sayangnya mudik itu hanya terjadi di beberapa pekan di bulan April dan saya kira kalau pun dia memberikan dampak ke kuartal kedua secara umum, menurut saya dampak yang diberikan tidak akan begitu besar," ujar dia.

