Antisipasi Greenflation, CSIS Paparkan Sejumlah Solusi
JAKARTA, Investortrust.id - Greenflation (green inflation) yang inflasi akibat transisi energi hijau menjadi perbincangan khalayak usai debat calon wakil presiden (cawapres) yang digelar Minggu (21/1/2024) malam. Center for Strategic and International Studies (CSIS) menilai ada sejumlah tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi di Indonesia.
Peneliti Departemen Ekonomi CSIS, Dandy Rafitrandi mengungkap fenomena greenflation telah terjadi di tingkat global. Hal tersebut dikhawatirkan bisa mereduksi upaya transisi energi demi mencegah pemanasan global yang lebih buruk.
"Hal ini berkaitan dengan geopolitik yang masih panas seperti Rusia-Ukraina dan juga persaingan Amerika Serikat dan Cina. Ini memang membuat harga barang-barang yang penting untuk transisi energi meningkat secara signifikan," ucap Dandy dalam Media Briefing CSIS di Kantor CSIS, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2024).
Solusi pertama yang diusulkan CSIS untuk mencegah greenflation yakni memprioritaskan barang ramah lingkungan baik untuk konsumen maupun produsen, terutama produsen barang-barang ramah lingkungan. Prioritas yang dimaksud yakni pemberian insentif pada konsumsi maupun produksi.
Peneliti Departemen Ekonomi CSIS, Dandy Rafitrandi mengungkap fenomena greenflation telah terjadi di tingkat global. Hal tersebut dikhawatirkan bisa mereduksi upaya transisi energi demi mencegah pemanasan global yang lebih buruk.
"Hal ini berkaitan dengan geopolitik yang masih panas seperti Rusia-Ukraina dan juga persaingan Amerika Serikat dan Cina. Ini memang membuat harga barang-barang yang penting untuk transisi energi meningkat secara signifikan," ucap Dandy dalam Media Briefing CSIS di Kantor CSIS, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2024).
Solusi pertama yang diusulkan CSIS untuk mencegah greenflation yakni memprioritaskan barang ramah lingkungan baik untuk konsumen maupun produsen, terutama produsen barang-barang ramah lingkungan. Prioritas yang dimaksud yakni pemberian insentif pada konsumsi maupun produksi.
Baca Juga
Beda dengan Gibran soal Greenflation, CSIS Sebut Transisi Energi Justru Bisa Timbulkan Deflasi
"Tarif produksi barang-barang yang ramah lingkungan memang masih lebih tinggi signifikan dibandingkan barang yang tidak ramah lingkungan," ujarnya.
Selain itu, CSIS berpandangan pemerintah juga bisa memberikan proteksi lewat regulasi seperti aturan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Menurutnya, kebijakan pemerintah bakal berperan sangat vital dalam mencegah greenflation.
"Ini menurut saya akan bisa memastikan barang-barang tersebut bisa dijual atau pun juga dikonsumsi di Indonesia dengan harga lebih murah," tuturnya.
Diketahui, debat panas tentang greenflation terjadi antara cawapres nomor urut 2 dan 3 yaitu Gibran Rakabuming Raka dan Mahfud MD. "Bagaimana cara mengatasi greenflation?" tanya Gibran saat sesi tanya jawab dengan Mahfud.
Hal ini sempat menjadi polemik karena Gibran tidak memberikan penjelasan lebih lanjut soal greenflation tersebut. Dia berdalih Mahfud MD pasti tahu karena memiliki gelar profesor. "Ini tidak saya jelaskan karena beliau seorang profesor, green inflation atau inflasi hijau," kata Gibran.
Diketahui, debat panas tentang greenflation terjadi antara cawapres nomor urut 2 dan 3 yaitu Gibran Rakabuming Raka dan Mahfud MD. "Bagaimana cara mengatasi greenflation?" tanya Gibran saat sesi tanya jawab dengan Mahfud.
Hal ini sempat menjadi polemik karena Gibran tidak memberikan penjelasan lebih lanjut soal greenflation tersebut. Dia berdalih Mahfud MD pasti tahu karena memiliki gelar profesor. "Ini tidak saya jelaskan karena beliau seorang profesor, green inflation atau inflasi hijau," kata Gibran.
Baca Juga
Beda dengan Gibran soal Greenflation, CSIS Sebut Transisi Energi Justru Bisa Timbulkan Deflasi
Mahfud kemudian menjawab inflasi hijau erat kaitan dengan ekonomi hijau dan ekonomi sirkular. Dia menegaskan proses pemanfaatan produk ekonomi harus dimanfaatkan secara recycle bukan dibuat dan jangan dibiarkan mengganggu ekologi.
"Ukuran kemajuan ekonomi kita selalu pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, dan lain-lain. Sekarang yang ditambahkan yakni emisi," kata Mahfud.
Gibran kemudian mengeluarkan gestur tolah-toleh ke arah Mahfud. Dia kemudian menjelaskan gerakan itu dilakukan untuk mencari jawaban Mahfud MD soal pertanyaan yang diajukan dirinya.
"Saya nyari jawaban Prof Mahfud, masalah inflasi hijau kok ekonomi hijau. Greenflation terkait demo rompi kuning di prancis, jangan sampai terjadi di indonesia, kita harus belajar dari negara maju. Harus hati-hati transisi energi jangan mengalihkan hal yang mahal ke masyarakat kecil," ujarnya.
Mahfud kemudian membalas gestur Gibran itu dengan menatap tajam ke arah putra sulung Presiden Jokowi tersebut. Mahfud menilai pertanyaan Gibran tak layak dijawab.
"Saya mencari jawabannya ngawur juga, ngarang gak karuan dikaitkan dengan situasi yang tak ada. Pada ranah akademis, yang tanya gitu recehan, tak layak dijawab, saya kembalikan ke moderator," tutur Mahfud.

