Menkeu: Perubahan Iklim Jadi Tantangan Nyata
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut tantangan dunia yang terpenting yaitu dampak perubahan iklim. Sri Mulyani mengatakan tantangan ini semakin nyata dengan makin menghangatnya temperatur rata-rata dunia pada 2023 yang meningkat 0,6 derajat Celcius dibandingkan 2022.
“Indonesia menjadi yang tertinggi kedua. Ini bukan karena situasi politik. Ini panas karena masalah ini (perubahan iklim)” ujar Sri Mulyani saat menghadiri ulang tahun ke-14 Indonesia Infrastructure Finance (IFF) di St Regis, Jakarta, Senin (29/1/2024).
Sri Mulyani mengatakan masalah perubahan iklim menjadi perhatian para pelaku ekonomi dunia. Dalam World Economic Report (WEF) on Global Risk 2024, perubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang 10 tahun.
“Jadi dengan pendapatan per kapita yang lebih tinggi, kita juga mengeluarkan CO2 lebih banyak. Bahkan saat ini mencapai kisaran 3 ton emisi CO2 per kapita,” ujar dia.
Baca Juga
Sri Mulyani menyebut, emisi karbondioksida yang dikeluarkan masyarakat Indonesia memang masih rendah dibanding anggota G20 lain seperti Brasil dan India. Tapi, dengan kenyataan Indonesia terus membangun infrastruktur dan kinerja sektor manufaktur, ada konsekuensi peningkatan emisi CO2.
Sri Mulyani mengatakan, infrastruktur akan menjadi salah satu aspek penting bagi Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang terus bertambah dan tantangan Indonesia sebagai negara kepulauan memerlukan infrastruktur untuk menghubungkan masyarakat dan memfasilitasi mobilitas masyarakat, barang, dan jasa.
“Jadi pertanyaannya bukan apakah membutuhkan infrastruktur? Tapi, pertanyaannya adalah bagaimana kita membangun infrastruktur secara berkelanjutan, baik dalam aspek lingkungan, sosial, governance (ESG) juga dari sisi finansial,” kata dia.
Dalam selebrasi IFF ini, Sri Mulyani berharap untuk terus mengevaluasi kinerja perusahaan. Tidak hanya dari sisi jumlah infrastruktur yang dibangun, namun juga kecepatan pembangunannya. "Saya berharap kapasitas dari IFF, bahwa Kemenkeu melalui PT SMI akan terus mendorong,” ujar dia.
Baca Juga
Kemenkeu Sebut 5 Daerah Terapkan Tarif Pajak Hiburan 75%, Ini Daftarnya

