Menko Airlangga Masih Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5% di Kuartal I-2024
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto optimistis target pertumbuhan ekonomi di atas 5% akan tercapai pada kuartal I-2024. Target ini diharapkan dapat sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2024 sebesar 5,2%.
“Kita lihat sampai year to date (ytd) nanti kita targetkan 5,2%. Tentu kita berharap di kuartal I angkanya juga cukup bagus, tapi kita tunggu nanti hasil resmi BPS,” kata Airlangga saat ditemui di kantornya, Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/4/2024).
Airlangga mengatakan situasi perekonomian beberapa hari terakhir relatif melandai. Dia mengatakan meski rupiah terdepresiasi sebesar 5,16 ytd ke level Rp 16.235, namun tekanan ini tidak hanya dirasakan Indonesia melainkan Taiwan, Korea Selatan, Thailand, dan Jepang.
“Pressure-nya bukan hanya Indonesia tapi juga dunia. New Taiwan (NT) dolar terdepresiasi lebih dalam 5,95%, kemudian won Korea Selatan terdepresiasi 6,62%, baht Thailand 7,78%, dan yen Jepang 8,83%” kata dia.
Baca Juga
Ekonomi RI Dinilai Cukup Resilien jika Konflik Iran-Israel Berkepanjangan, Ini Alasannya
Menurut Airlangga, secara fundamental posisi Indonesia relatif bagus. Indikasi ini terlihat dari neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2024 masih surplus sebesar US$ 4,47 miliar. Angka ini lebih tinggi dibanding surplus pada Februari 2024 dan Maret 2023. “Surplus beruntun 47 bulan,” kata dia.
Sementara itu, dari sisi inflasi, Airlangga menyebut inflasi pada Maret 2024 yang tercatat 3,05% year on year (yoy) masih berada dalam kisaran 2,5% plus minus 1%. Dia juga menyebut kepercayaan konsumen relatif tinggi ditunjukkan dengan penjualan eceran yang tumbuh 3,5% yoy.
“Penjualan eceran mengalami kenaikan selama bulan puasa sampai Idulfitri. Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur di level 54,2 lebih tinggi dari ASEAN yang berada di level 51,5,” ujar dia.
Ke depan, kata Airlangga, pemerintah terus mendorong local currency transaction (LCT) dengan beberapa negara mitra dagang. Dia mengatakan Satgas LCT tengah membicarakan kerja sama dengan Thailand, Malaysia, Jepang, dan China.
Baca Juga
Fundamental Ekonomi RI Cukup Kuat Redam Dampak Eskalasi Konflik di Timur Tengah
“MoU sedang dilakukan dengan Singapura dan Korea Selatan, dan ini akan diperluas dengan India, Arab Saudi, dan ASEAN,” ujar dia.
Airlangga berharap berbagai pihak untuk tidak tergesa-gesa mengejar kebutuhan dolar ke dalam negeri. Ini seiring dengan upaya mendorong penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) ke dalam TD valas dalam negeri.
“Artinya kalau kebutuhan dolarnya masih jauh, ya tidak perlu sekarang mencari dolar AS,” ujar dia.

