Naik 1,33%, Utang Indonesia Capai Rp 8.253,9 Triliun per Akhir Januari 2024
JAKARTA, investortrust.id - Posisi utang pemerintah meningakt sebanyak 1,33% menjadi Rp 8.253,9 triliun per akhir Januari 2024, dibandingkan 31 Desember 2023.
Utang tersebut terdiri atas 88,1% Surat Berharga Negara atau sebesar Rp 7.278,09 triliun dan sisanya sebanyak 11,81% pinjaman atau sebesar Rp 975 triliun.
Baca Juga
“Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik,” dikutip dari dokumen APBN Kinerja dan Fakta edisi Januari 2024, Selasa (27/02/2024).
Dari jumlah tersebut, posisi utang Indonesia merefleksikan 38,75% dari PDB nasional. Angka ini turun dari posisi utang Desember 2023 setara dengan 38,98% dari PDB.
Dari dokumen tersebut, pemerintah mengeluarkan 71,7% SBN domestik dengan nilai sebesar Rp 7.278,03 triliun. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 1,35% dari nilai SBN Desember 2023 yang mencapai Rp 7.180,71 triliun.
Baca Juga
Jokowi Minta Sri Mulyani Jaga Defisit Anggaran Maksimal 2,8%
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut komposisi utang dari SBN yang efisien diharapkan meningkatkan daya tahan sistem keuangan nasional terhadap guncangan ekonomi dan pasar keuangan. Dengan aktivitas pembiayaan utang melalui penerbitan SBN, pemerintah mendukung pengembangan dan pendalaman pasar keuangan domestik.
“Per akhir Januari 2024, lembaga keuangan memegang 45,9% kepemilikan SBN domestik. Terdiri atas perbankan 27,4% dan perusahaan asuransi dan dana pensiun 18,5%” tulis dokumen itu.
Investor Individu
Sementara itu kepemilikan SBN domestik oleh Bank Indonesia (BI) mencapai 18,7% yang digunakan sebagai instrumen pengelolaan moneter. Adapun kepemilikan SBN domestik oleh pemerintah dan bank sentral asing sekitar 14,8%.
“Kepemilikan investor individu di SBN domestik terus mengalami peningkatan sejak 2019 yang hanya 3% menjadi 7,7% di akhir Januari 2024,” tulis dokumen tersebut.
Baca Juga
Sementara itu, pinjaman luar negeri Indonesia pada Januari 2024 terpantau mencapai Rp 975,06 triliun. Angka ini naik 1,15% dari Desember 2023 yang mencapai Rp 963,98 triliun.
Pinjaman yang masuk dari dalam negeri tercatat sebesar Rp 36,23 triliun dan pinjaman luar negeri baik mencapai Rp 938,83 triliun.
“Pemerintah konsisten mengelola utang secara cermat dan terukur dengan menjaga risiko suku bunga, mata uang, likuiditas, dan jatuh tempo yang optimal,” tulis dokumen tersebut.
Posisi Utang Pemerintah
