Beberapa Calon Menkeu yang Mencuat di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah, Cek!
JAKARTA, investortrust.id - Eskalasi konflik Timur Tengah menyimpan tekanan jangka panjang bagi perekonomian Indonesia. Jelang transisi pemerintahan pada Oktober 2024, konflik yang melibatkan Israel dan Iran ini beriringan dengan kondisi ekonomi di Amerika Serikat (AS).
Analis ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani menyebut kunci utama bagi calon menteri ekonomi khususnya menteri keuangan, adalah sosok yang mampu menghadapi situasi global yang tak menentu, dan mampu mendesain kebijakan fiskal pro pertumbuhan dan pemerataan. “Sehingga bisa memperkuat ekonomi nasional,” ujar Ajib, kepada Investortrust.id, Jumat (19/4/2024).
Selain nama Chatib Basri yang banyak beredar, Ajib menyebut dua nama yang cocok untuk mengisi jabatan menkeu. Mereka adalah sosok Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.
“Pak Budi, dengan latar belakang keuangan, bisa menata Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan baik. Manajerialnya cukup mumpuni,” kata dia.
Sementara itu, menurut Ajib, Perry dianggap mumpuni menjadi Bendahara Negara karena kemampuannya menjaga kondisi moneter saat pandemi Covid-19. “Terbukti bisa melewati fase Covid-19 dan mendesain kebijakan moneter dan mempertahankan inflasi dalam rentang terkendali sesuai target kerangka ekonomi makro,” ujar dia.
Baca Juga
Pembicaraan Kabinet Prabowo-Gibran Kian Intensif, Gerindra Ungkap Syarat Calon Menteri
Sebelumnya, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyebut adanya sejumlah sosok calon menkeu yang cocok di pemerintahan selanjutnya. Eko mengatakan sosok calon menkeu selanjutnya perlu memiliki perspektif makro yang kuat dan berasal dari kalangan non politik.
Dia menyebut sosok calon menkeu yaitu Chatib Basri. Dia menilai sebagai ekonom senior dan mantan menkeu, Chatib memiliki kemampuan menjaga ekonomi makro. Saat menjabat, Chatib pernah membawa keluar Indonesia dari periode Taper Tantrums.
Kondisi ini muncul karena pengetatan suku bunga yang cepat dan agresif dari AS. Ini mengakibatkan aliran dana asing di emerging market berpindah secara cepat ke AS.
Selain dia, ada pula nama Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar. Sosok yang satu ini dikenal dengan terobosannya membuat taksonomi ramah lingkungan dan transisi energi, atau yang dikenal sebagai taksonomi hijau.
Nama lain yang muncul dalam radar Eko adalah Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo yang mencuat karena perannya membawa perubahan dan reformasi di tubuh BUMN. Kemampuan ini dia miliki saat menjabat sebagai Managing Director Mandiri Sekuritas yang bertugas merestrukturisasi keuangan dan refocusing bisnis pascakrisis 2008.
Baca Juga
Teka-Teki Menkeu Pilihan Prabowo-Gibran, Begini Gambaran dan Harapan Ekonom
Ekonom Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddy Junarsin juga punya nama lain calon menkeu. Baginya sosok menkeu, perlu pandai merespons ketidakpastian dunia dan tetap realistis.
Bagi Eddy, sosok Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dapat menjadi pertimbangan di kabinet mendatang. Suahasil pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.
Sebagai Wamenkeu, Suahasil bertugas memperbaiki kebijakan untuk mempercepat investasi, meningkatkan serapan tenaga kerja, hingga pertumbuhan ekonomi.
Eddy juga menyebut nama calon lain yang bisa masuk bursa menkeu. Nama tersebut yaitu Kepala BKF Febrio Kacaribu.
Eddy mengatakan Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Purbasari juga cocok menempati posisi Bendahara Negara. Keberhasilan Program Kartu Prakerja dianggap sebagai salah satu prestasi melambungkan nama Denni.
Selain nama-nama sebelumnya, beredar pula sejumlah nama dari kalangan profesional dan akademisi yang diprediksi dapat mengisi jabatan menkeu. Nama-nama tersebut di antaranya, Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, Direktur Utama PT Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, dan ekonom senior Bambang Brodjonegoro.
Baca Juga
Sosok Purbaya, sebelum berkiprah di LPS, pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi, Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Kemaritiman dan Investasi. Dia juga pernah menduduki jabatan strategis di Kemenko bidang Politik, Hukum, dan Keamanan serta Kemenko Perekonomian.
Sementara itu, Darmawan Junaidi dianggap dapat mengisi calon menkeu karena kemampuannya memimpin posisi di BUMN. Darmawan dianggap membawa Bank Mandiri bertransformasi secara digital dengan super app yang dibuatnya.
Nama yang juga menjadi pembicaraan yaitu Bambang Brodjonegoro. Bambang pernah menjabat di berbagai posisi menteri. Bambang pernah menjadi Menkeu pada Kabinet Kerja 2014-2016. Di era itu, dia pernah merampungkan pembahasan Undang-Undang Penanganan Krisis Keuangan dan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty.
Baca Juga
Selain di Kemenkeu, Bambang juga pernah menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi Indonesia/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia saat kabinet Indonesia Maju. Dia juga pernah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

