BI Yakin Ketidakpastian Global Sudah Mereda, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung menyebut, kondisi perekonomian global sudah mereda. Keyakinan ini diputuskan saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 20-21 Desember 2023 lalu.
“Karena inflasi di Amerika dari berbagai kelompok barang itu sudah turun semua,” kata Juda saat diskusi Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia 2024, di St Regis, Jakarta, Jumat (22/12/2023).
Juda mengatakan, BI memantau bagaimana keputusan The Fed yang tetap mempertahankan suku bunga sebagai keputusan terakhir. RDG berkesimpulan, tidak akan ada lagi kenaikan suku bunga dari Fed.
Baca Juga
Dua Faktor Ini Bikin OJK Optimistis Prospek Asuransi Makin Cerah
“Beda dengan sebelumnya. Kami menunggu-nunggu,” ujar dia.
Ke depan, Juda memperkirakan, baseline Fed fund rate 5,5% masih akan bertahan hingga kuartal-II 2024. Begitu memasuki kuartal-III 2024, suku bunga Fed akan diturunkan bertahap.
“Terus mengalami penurunan seiring penurunan inflasi di Amerika Serikat,” kata dia.
BI juga memperkirakan, pertumbuhan ekonomi global akan mengalami perlemahan pada tahun mendatang. Ini karena pertumbuhan ekonomi China yang mengalami perlambatan.
Baca Juga
Menko Airlangga Tegaskan Sektor Industri Harus Mampu Hasilkan Multiplier Effect
Sementara itu, di dalam negeri, konsumsi dan investasi masih kuat. Faktor ini yang membangkitkan optimisme, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di kisaran 5%. “Tahun depan juga di sekitar 5%. Range 4,7-5,5%,” ujar dia.
Inflasi inti, kata dia, sudah berada di bawah 2%. Tetapi, kondisi ini harus diwaspadai oleh kondisi volatile food yang kerap bergejolak. “Ini PR sekarang dan ke depan. Bagaimana bisa mengendalikan harga-harga pangan,” ucap dia.
Baca Juga
Presiden Jokowi Imbau Pengusaha Tak Khawatir soal Pemilu 2024
