Rupiah Menguat Usai MK Tolak Permohonan Penggugat Pilpres
JAKARTA, investortrust.id - Mata uang rupiah menguat dalam penutupan perdagangan Senin (22/4/2024) sore. Menguatnya rupiah bertepatan dengan Sidang Putusan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2024 oleh Mahkamah Konstitusi (MK), yang menolak permohonan sengketa hasil pilpres 2024 yang diajukan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Berdasar pantuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah menguat ke level Rp 16.224/USD. Rupiah menguat 56 poin dalam pantauan Jisdor, usai sebelumnya sempat melemah dalam penutupan Jumat (19/4/2024) lalu.
Sementara dalam pantauan perdagangan spot yang dilansir dari Yahoo Finance, mata uang rupiah menguat 19 poin terhadap dolar Amerika Serikat. Rupiah ditutup pada level Rp 16.230/USD usai, sebelumnya berada pada posisi Rp 16.249/USD.
Baca Juga
Neraca Perdagangan Maret Melonjak 336,7% ke US$ 4,47 Miliar, Ini Penyebabnya
Tak Dapat Dibuktikan di Persidangan
Senin sore tadi, majelis hakim MK memutuskan menolak permohonan sengketa hasil pilpres 2024 yang diajukan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Putusan dibacakan langsung Ketua Majelis Hakim Konstitusi Suhartoyo dalam persidangan di ruang sidang MK, Jakarta, Senin (22/4/2024).
"Dalam pokok permohonan, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Suhartoyo.
Dalam pertimbangannya, majelis hakim MK menilai seluruh dalil yang diajukan baik oleh Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud tidak terbukti atau kurang bukti. Beberapa di antaranya terkait intervensi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2024, termasuk dalam pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres.
Baca Juga
Respons Putusan MK, Menko Airlangga: Selamat kepada Pak Prabowo dan Mas Gibran
Selain itu, dalil yang diajukan oleh pemohon terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk mendongkrak suara dan pengerahan aparat negara untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dianggap tidak dapat dibuktikan dalam persidangan.
Dalam pantuan Investortrust.id, terdapat tiga hakim konstitusi yang menyatakan pendapat berbeda atau dissenting opinion terkait putusan sengketa pilpres 2024 ini. Ketiganya yakni Enny Nubaningsih, Saldi Isra, dan Arief Hidayat.
Sebagai catatan, pemohon mengajukan gugatan PHPU kepada MKDalam permohonannya, Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud meminta MK membatalkan Keputusan KPU Nomor 360 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilu 2024.
Baik Anies-Cak Imin maupun Ganjar-Mahfud juga meminta MK mendiskualifikasi capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Tak hanya itu, Anies-Cak Imin meminta MK memerintahkan KPU menggelar pemungutan suara ulang tanpa melibatkan Prabowo-Gibran.
Surplus Neraca Perdagangan Maret
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2024 kembali mencetak surplus sebesar US$ 4,47 miliar. Sedangkan secara kumulatif, surplus neraca perdagangan sejak Januari-Maret 2024 mencapai US$ 7,31 miliar dolar.
"Surplus ini sesuai dengan ekspektasi para analis," kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, Senin (22/4/2024).
Hasil tersebut juga menunjukkan neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus 47 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
BPS mencatat, nilai ekspor Indonesia pada Maret 2024 sebesar US$ 22,43 miliar.
"Kalau dilihat dari laporan BPS, kinerja ekspor pada Maret 2024 naik 16,40% dibandingkan Februari 2024. Kemudian, nilai impor pada Maret 2024 mencapai US$ 17,96 miliar atau turun 2,60% secara bulanan (m-to-m)," ucap Ibrahim.
Sentimen Eksternal
Dari faktor eksternal, menurut Ibrahim, kekhawatiran pelaku pasar atas suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka panjang membuat sebagian besar pedagang bias terhadap dolar AS. Namun di satu sisi, meredanya kekhawatiran akan konflik yang lebih besar di Timur Tengah turut memberikan sedikit kelegaan pada mata uang regional.
Ia turut menyoroti komentar Presiden Federal Reserve Chicago Austan Goolsbee pada Jumat (19/4/2024) waktu AS. Goolsbee memberi sinyal adanya jangka waktu lebih lama untuk penurunan suku bunga, karena terhentinya peningkatan inflasi.
Menurut Ibrahim, fokus pada pekan ini adalah pada lebih banyak isyarat mengenai kebijakan moneter AS. Ini khususnya dari data indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE), yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed.
"Data tersebut akan dirilis pada hari Jumat nanti. Indeks harga PCE diperkirakan akan menegaskan kembali bahwa inflasi AS masih stabil di bulan Maret 2024," ujarnya.
Selain itu, fokus minggu ini adalah pada keputusan suku bunga Bank of Japan pada hari Jumat, pertemuan pertama bank sentral Jepang tersebut setelah kenaikan suku bunga bersejarah pada Maret lalu. Setiap isyarat mengenai kenaikan suku bunga dan perubahan kebijakan di masa depan akan diawasi dengan ketat.

