Hilirisasi Migas Butuh Investasi Rp 1.047 Triliun
BALI, Investortrust.id – Hilirisasi sektor migas butuh investasi US$ 68,1 miliar atau Rp 1.047 triliun hingga tahun 2040. Dalam 5 tahun terakhir, realisasi investasi migas tercatat masih terus meningkat.
“Kami tegaskan, investor hulu minyak dan gas (migas) agar mengoptimalkan pengelolaan sesuai dengan kemampuan. Investasi migas masih memiliki potensi besar di Indonesia,” kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam keterangan usai menyampaikan pidato di acara "The 4th International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas 2023", di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Rabu (20/09/2023).
Baca Juga
SKK Migas: 67% Pasokan Gas Disalurkan untuk Kebutuhan Domestik
Meskipun investasi hulu migas tidak termasuk dalam portofolio Kementerian Investasi/BKPM, lanjut Bahlil, ia perlu menyampaikan bahwa investasi hulu migas masih dapat dimaksimalkan. Selain realisasi investasi migas terus mengalami kenaikan dalam 5 tahun terakhir, Indonesia masih memiliki potensi 128 cekungan migas yang belum digali seluruhnya.
Perlu Gandeng Swasta
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kata Bahlil, pengelolaan sumur minyak bumi yang tidak dapat dioptimalkan oleh BUMN PT Pertamina (Persero) perlu dioptimalisasi. “Peluang ini kalau bisa diprioritaskan ke pengusaha nasional. Kalau tidak bisa, baru ke investor asing atau kolaborasi. Kita tidak bisa main sendiri-sendiri,” ujar Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil meyakinkan investor migas agar tidak ragu melakukan investasi tambahan di Indonesia. Apalagi, arah kebijakan investasi negara ini ke depan mendorong hilirisasi yang tidak hanya untuk satu komoditas seperti nikel.
Potensi lain yang dapat dikembangkan misalnya industri metanol, pabrik pupuk, dan blue ammonia. “Berdasarkan Peta Jalan Hilirisasi Investasi Strategis, hilirisasi sektor migas membutuhkan investasi sampai dengan US$ 68,1 miliar hingga tahun 2040. Negara tidak akan pernah berdaulat, kalau kita masih terus menjual atau mengekspor barang mentah. Investor juga harus berkolaborasi dengan pengusaha-pengusaha nasional, teman-teman, dan UMKM daerah. Jadikan teman-teman daerah sebagai subjek dan objek investasi,” tegas Bahlil.
Baca Juga
Acara IOG 2023 tersebut dilaksanakan pada 20-22 September 2023 dengan mengusung tema “Advancing Energy Security through Sustainable Oil and Gas Exploration and Development”. IOG diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk mendukung upaya ketahanan energi nasional melalui aktivitas eksplorasi dan pengembangan, serta mendorong investasi untuk mendukung transisi energi. Kementerian Investasi/BKPM turut berpartisipasi dengan mendirikan stan pameran dan menyediakan konsultasi terkait perizinan berusaha, khususnya sektor hulu migas.

