Optimalkan Bonus Demografi, Menko Airlangga Ungkap Strategi Penting Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Indonesia berkomitmen mengoptimalkan bonus demografi, sebagai langkah mewujudkan Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto mengatakan, bonus demografi hanya datang satu kali dalam peradaban suatu negara sehingga harus benar-benar dioptimalkan oleh Indonesia.
Untuk itu, Indonesia menempuh berbagai strategi dalam mengoptimalkan momentum tersebut. antara lain persiapan digitalisasi yang lebih cepat, memperkuat konektivitas untuk lebih terlibat dalam Global Value Chain, dan meningkatkan barang publik untuk mendukung modal lainnya.
“Generasi muda harus dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri atau didorong untuk menjadi wirausaha dan menciptakan lapangan kerja,” tegas Menko Airlangga, ketika membuka kegiatan Southeast Asia Health Security Roundtable Series di Jakarta, Rabu (29/11/2023).
Lebih lanjut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa Pemerintah akan terus terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan perekonomian Indonesia dan mempersiapkan diri dengan baik terhadap wabah pandemi yang endemik dan di masa depan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya yakni Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa, Rektor Universitas Padjajaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, International Unit of HITAP Thailand Saudamini Dabak, serta Vice Dean of Global Health and Programme Leader of Infectious Diseases at the NUS Saw Swee Hock School of Public Health HSU Li Yang.
Terkait penanganan Covid-19, Airlangga menyinggung soal peran Indonesia di kancah internasional dalam peluncuran Pandemic Fund semasa Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 sebagai arsitektur keuangan untuk kesiapsiagaan, pencegahan, dan respons penyakit
“Tidak hanya berfokus pada penguatan ekonomi nasional, Indonesia juga menguatkan posisinya dikancah global,” imbuhnya.
Dalam masa Keketuaan Indonesia di ASEAN pada tahun 2023 ini, Indonesia juga telah menyetujui gabungan dana untuk menangani pandemi mendatang. “Tahun ini, Asean Response Fund berhasil mengumpulkan US$ 17,7 juta,” pungkas Menko Airlangga.

