BPS Sebut Tolok Ukur Kesejahteraan Petani Tidak Hanya dari NTP
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Atqo Mardiyanto menyebut nilai tukar petani (NTP) tidak hanya menjadi satu-satunya tolok ukur kesejahteraan petani.
"Nilai tukar petani itu salah satu ukuran saja. Tetapi tidak langsung menunjukkan kesejahteraan petani, salah satu indikator saja," ungkap Atqo kepada awak mediadi acara Diseminasi Hasil Sensus Pertanian Tahun 2023 (ST2023) Tahap 1 yang diselenggarakan di Hotel Ritz-Carlton Sudirman, Jakarta, Senin (4/12/2023).
Atqo menjelaskan bisa jadi dalam sebuah keluarga, petani bukan merupakan satu-satunya profesi yang menjadi tulang punggung.
"Kalau anaknya atau anggota keluarga lain bekerja di bidang lain berarti kesejahteraannya tidak hanya dari petani. Intinya salah satu saja," katanya.
Baca Juga
Ia menambahkan, NTP dapat dikatakan sebagai satu-satunya tolok ukur kesejahteraan apabila dalam satu rumah tangga atau keluarga semuanya hanya bergantung pada profesi petani.
Menurut Atqo, kenaikan NTP tidak serta merta menaikkan kesejahteraan petani. Namun tidak mungkin juga bila NTP naik tetapi kesejahteraan turun.
"Ada korelasinya (NTP dengan kesejahteraan petani). Walaupun bisa digunakan tetapi tidak menjadi satunya-satunya indikator," tutur Atqo.
Baca Juga
Dalam kesempatan tersebut Atqo juga berharap pelaksanaan ST2023 oleh BPS dapat mendorong pemerintah untuk tidak hanya menciptakan kedaulatan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.
Sebelumnya Jumat (01/12/2023) lalu, BPS merilis NTP pada November 2023 tercatat naik 0,82% dibandingkan Oktober 2023.
Menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud, kenaikan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani mencapai 1,42%. (CR-1)

