Optimistis Neraca Perdagangan Masih Surplus di 2024, Mendag: Beberkan Syaratnya
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memaparkan neraca perdagangan Indonesia dari Januari hingga November 2023 mengalami surplus dengan total US$ 33,63 miliar. Namun, angka ini menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu.
"Secara keseluruhan capaian kinerja ekspor yang lebih tinggi dari impor menjadikan neraca perdagangan Indonesia tetap surplus selama 43 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," ucapnya di Gedung Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2024).
Ekspor Indonesia masih mengalami tekanan seiring dengan perlemahan ekonomi global, yakni mengalami kontraksi sebesar 11,83% (YoY). Dengan demikian, secara akumulatif, nilai ekspor Indonesia selama Januari-November 2023 sebesar US$ 236,41 miliar.
Adapun, nilai ekspor nonmigas sebesar US$ 221,96 miliar dengan negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia, di antaranya adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India.
Baca Juga
Ekonom: Surplus Neraca Perdagangan Berlanjut akan Perkuat Rupiah
Sementara, impor secara akumulatif selama Januari-November 2023 mencapai US$ 202,78 miliar atau mengalami kontraksi sebesar 6,80% (YoY). Nilai impor nonmigas Indonesia pada periode tersebut adalah sebesar USD 170,32 miliar dengan tiga negara asal impor nonmigas utama adalah Tiongkok, Jepang dan Thailand.
Dengan begitu, menteri yang akrab disapa Zulhas ini pun optimistis bahwa neraca perdagangan Indonesia pada 2024 akan meningkat. Ia pun menargetkan ekspor non migas pada tahun mendatang bisa tumbuh sekitar 2,5 hingga 4,5%. Salah satu caranya untuk mewujudkannya adalah dengan mencari pasar-pasar baru.
"Pertama kita mengembangkan pasar baru yang non tradisional. Tetap CPO dan batu bara, hilirisasi seperti nikel dan manufaktur. Kalau RRT turun, sekarang India, Pakistan. Pakistan itu kalau tidak salah tahun lalu surplusnya US$ 3 miliar," terangnya.
"Bangladesh kita surplus US$ 2 miliar, Mesir, Malaysia ini yang baru-baru. Pasar ASEAN besar sekali, ada Thailand dan Filipina. Jadi kita cari pasar baru selain juga membuat produk-produk kita memiliki nilai tambah seperti hilirisasi," tambah Zulhas.

