BPS Ungkap WNI yang Pelesiran ke Arab Saudi Terus Meningkat
JAKARTA, investortrust.id - Arab Saudi masih menjadi salah satu negara tujuan wisata favorit bagi warga negara Indonesia (WNI). Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan nasional (wisnas) yang mengunjungi Arab Saudi sebesar 16,05% dari total 622.150 perjalanan WNI.
“Di antara ketiga negara utama tujuan wisnas tersebut hanya kunjungan ke Arab Saudi yang mengalami peningkatan secara bulanan,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di kantornya, Jakarta, Senin (1/4/2024).
Baca Juga
Proporsi WNI bepergian ke Arab Saudi meningkat dibanding Januari 2023, yakni sebesar 12,78%. Amalia mengatakan kunjungan WNI ke Arab Saudi pada Februari 2024 utamanya karena perjalanan ibadah umrah.
“Hal ini tentunya didorong perjalanan umrah,” ujar dia.
Amalia mengatakan Arab Saudi menempati posisi ketiga tujuan utama wisnas pada Februari 2024. Posisi kedua, ditempati Singapura dengan proporsi 16,62%.
Adapun negara tujuan utama wisnas pada Februari 2024 yaitu Malaysia. Negeri Jiran itu memiliki proporsi kunjungan sebesar 31,70%. Meskipun begitu, proporsi perjalanan WNI ke Malaysia turun dibanding bulan lalu sebesar 32,28%.
“Sekitar satu dari tiga orang Indonesia melakukan perjalanan luar negeri ke Malaysia atau kira-kira proporsinya adalah 31,70% dari total wisatawan nasional. Disusul Singapura 16,62% dan Arab Saudi 16,05%,” ucap Amalia.
Selain tiga negara itu, BPS membeberkan tujuh negara lainnya yang menjadi tujuan perjalanan wisnas terbanyak. Ketujuh negara itu adalah Thailand dengan proporsi 6,15%, Kamboja sebesar 5,50%, Timor Leste sebanyak 4,03%, Jepang tercatat 2,92%. Selanjutnya, Tiongkok sebesar 2,78%, Australia 1,53%, serta Vietnam 1,24%.
Baca Juga
Angka perjalanan wisnas Februari 2024 mencatatkan penurunan 25,46% (mtm) jika dibandingkan dengan Januari 2024, namun jika dibandingkan dengan Februari 2023 meningkat sebesar 7,22%.
BPS mencatat jumlah perjalanan wisnas mulai Januari - Februari mencapai 1.456.846 perjalanan, atau meningkat 17.03% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Namun, jumlah perjalan wisnas relatif lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama sebelum pandemi, yaitu periode Januari - Februari 2019 dan Januari - Februari 2020.

