UMKM Bisa Mengentaskan Masalah Pengangguran di Tanah Air
JAKARTA, investortrust.id - Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak hanya berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,07% atau senilai Rp 8.573,89 triliun. Namun juga untuk mengentaskan masalah pengangguran di Indonesia.
Pasalnya, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan, pada 2021, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta. Jika satu UMKM bisa menyerap 3 tenaga kerja, maka akan terdapat 190 juta orang yang mendapatkan pekerjaan.
Hal tersebut disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) PT Investortrust Indonesia Sejahtera, Primus Dorimulu pada saat sambutan acara bertajuk “Menggali Potensi Alternatif Pembiayaan bagi UMKM”.
Baca Juga
Lampaui Target Pemerintah, Portofolio Kredit UMKM BRI Tembus 84,38%
"Jika satu unit UMKM kalau bisa menyerap tiga tenaga kerja, maka (ada) 190 juta tenaga kerja. Artinya sudah melampaui isu pengangguran, nol, tidak ada isu," ucapnya dalam seminar yang digelar investortrust.id di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (26/3/2024).
Adapun diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022 menunjukkan, 37% UMKM bergerak di sektor makanan dan minuman (mamin), 21% tekstil dan produk tekstil (TPT),14% kerajinan anyaman dan kayu, serta ektor lainnya 5% ke bawah.
Selain pendanaan, peningkatan kualitas produk dan kualitas SDM untuk UMKM terus didorong menuju digitalisasi. Kemenko UKM pun menargetkan pada tahun ini terdapat 30 juta UMKM yang bisa mengembangkan usahanya ke ekosistem digital.
"Tapi, faktanya dari 64,2 juta pelaku UMKM baru sekitar 20 juta yang masuk ke ekosistem digital dan memanfaatkan e-commerce. Digitalisasi mendorong UMKM untuk menghasilkan produk dan layanan berstandar dunia," tandas Primus.

