Perkebunan Kakao Tanah Air Diadang Masalah Lahan hingga EUDR
Poin Penting
|
DENPASAR, investortrust.id - Kakao menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia. Selama 2024, ekspor biji kakao dan produk olahan kakao seperti pasta, lemak, bubuk, hingga olahan cokelat mencapai US$ 2,62 miliar.
Kepala Divisi Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Adi Sucipto mengatakan terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi perkebunan kakao saat ini. Salah satunya yaitu pola konsumsi masyarakat Indonesia terhadap cokelat. Masyarakat Indonesia lebih menggemari cokelat bercita rasa manis atau light cocoa.
“Karena memang budayanya seperti itu,” kata Adi, saat diskusi mengenai peran kakao di Denpasar, Bali, Senin (24/11/2025).
Selain itu, tantangan lain yang kini perlu dihadapi industri kakao nasional yaitu European Union Deforestation Regulation atau EUDR. Meski tak disebut dalam EUDR, kakao terdapat dari peraturan ini karena terkait dengan penggunaan lahan.
Hambatan lain yang dipaparkan Adi yaitu persoalan penyediaan bibit. Pemenuhan bibit untuk penanaman ulang atau replanting memerlukan izin khusus.
Baca Juga
Industri Kakao Menguat, Kinerja Wahana Interfood (COCO) Mulai Pulih di Kuartal III 2025
“Ada regulasi bahwa kami, harus tes DNA bibit. Nggak bisa kemudian ada bibit langsung tanam, nggak boleh sekarang. Kami harus tahu, ini bibitnya asalnya dari mana,” kata dia.
Adi menjelaskan masalah lahan untuk perkebunan kakao juga menjadi persoalan lain yang dihadapi saat ini. Dia memperkirakan lahan budidaya kakao saat ini memiliki luas kurang lebih 1,6-1,7 juta hektare di seluruh Indonesia.
“Masalah utamanya itu adalah budidaya di kawasan hutan,” kata dia.
Peta kawasan hutan yang dibuat pemerintah kerap bersinggungan dengan area lahan yang sudah dikelola dan sertifikatnya dimiliki pekebun. Contohnya, beberapa transmigran yang telah melakukan budidaya sejak 1985 terkena peta hutan yang baru terbit 2019.
“Padahal yang tahun 1985 sudah punya sertifikat hak milik. Inilah yang kita coba telusuri bagaimana persyaratan-persyaratan di Kementan nanti bisa memudahkan teman-teman pekebun,” ujar dia.

