Dukung UMKM, BI Optimistis Insentif Likuiditas 4% Tercapai Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) optimistis Kredit Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan mencapai target 4% pada tahun 2024 ini.
"Tahun ini maksimal Desember 2024, target 4% tercapai," kata Deputi Gubernur Juda Agung saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta, Jumat (22/3/2024).
Juda Agung mengatakan, insentif KLM menjadi salah satu strategi BI dalam membantu pemerintah menigkatkan inklusi keuangan di tengah masyarakat.
Ia berharap perbankan berperan signifikan dalam peningkatan inklusi keuangan, khususnya terhadap sektor UMKM.
Baca Juga
BI Beberkan Strategi Kejar Target Inklusi Keuangan 90% di 2024
"Perbankan yang memberikan kredit kepada UMKM kita berikan insentif likuiditas," sebut Juda.
Terkait pembiayaan kredit UMKM oleh perbankan, BI berharap para pelaku dapat menyiapkan profil hingga laporan keuangan usaha yang dijalankan.
"Upaya kita juga soal literasi keuangan bagaimana profil UMKM yang siap dibiayai perbankan melalui aplikasi SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan)," terang Juda.
Selain insentif KLM kepada perbankan, dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan BI juga melakukan optimalisasi pada kebijakan minimal rasio 30% terhadap pembiayaan keuangan inklusif.
"Sekarang sudah tercapai 33%, rasio pembiayaan inklusif," sebut Juda.
Baca Juga
Airlangga Sebut Keputusan PPN 12% Tergantung Pemerintahan Baru
Sementara itu insentif KLM merupakan bauran kebijakan BI yang diterapkan sejak 1 Oktober 2023 lalu.
Insentif ini untuk mendorong pertumbuhan penyaluran kredit pembiayaan perbankan terhadap beberapa sektor prioritas.
Dalam kesempatan terpisah, Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menyebutkan saat ini insentif KLM yang disalurkan baru sekitar 2,3% dari total 4%.
"Jadi yang kita keluarkan itu 165 triliun sekarang, masih ada 120 triliun lagi untuk mencapai 4%," kata Aida beberapa waktu lalu.

