Selain Kekang Inflasi, RAPBN 2024 Fokus Hapus Kemiskinan Ekstrem
JAKARTA, Investortrust.id - Kebijakan fiskal dalam RAPBN 2024 yang dirancang pemerintah bakal menerapkan sejumlah strategi kebijakan demi mencapai tujuan kebijakan fiskal 2024. Secara ringkas kebijakan fiskal bertema “Mempercepat Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan” ini akan dibagi menjadi strategi kebijakan fiskal jangka pendek, menengah, dan panjang.
Untuk jangka pendek, strategi RAPBN 2024 difokuskan pada pengendalian inflasi (stabilitas harga), penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan prevalensi stunting, dan peningkatan investasi. Demikian Kementerian Keuangan dalam pernyataan resmi yang dilansir di laman Kemenkeu.go.id, Senin (4/9/2023).
Sementara itu, strategi kebijakan fiskal jangka menengah dan panjang difokuskan pada penguatan kualitas sumber daya manusia (human capital), mengakselerasi pembangunan infrastruktur (physical capital) dan mendorong aktivitas ekonomi bernilai tambah tinggi melalui hilirisasi sumber daya alam (natural capital), serta penguatan reformasi kelembagaan dan simplifikasi regulasi (institutional reform).
Kebijakan fiskal 2024 juga melanjutkan reformasi fiskal secara holistik. Reformasi menyeluruh tersebut mencakup optimalisasi pendapatan negara yang dilakukan dengan tetap menjaga iklim investasi, peningkatan kualitas belanja (spending better) guna mendukung penguatan reformasi struktural dan antisipasi terhadap ketidakpastian global (fiscal buffer), serta menjaga pembiayaan utang dalam batas yang aman dan manageable serta mengoptimalkan pembiayaan non-utang.
Tahun 2024, Indonesia masih menghadapi tantangan ketidakpastian global yang tinggi. Selain itu, lika-liku tahun politik juga menjadi tantangan lain yang perlu diantisipasi. RAPBN 2024 menjadi pegangan kuat agar Indonesia mampu melewati berbagai risiko dalam tahun yang penuh dinamika.

