Prabowo Bakal Tambah Polisi Hutan Jadi 70.000 Personel, Kemenkeu: Sudah Ada Anggarannya!
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto ingin menambah jumlah personel polisi hutan hingga menjadi 70.000 personel. Menurutnya, jumlah polisi hutan yang saat ini hanya 4.500 orang tidak akan maksimal bekerja untuk mencegah penjarahan liar hingga pembakaran hutan. Jumlah polisi hutan saat ini tak berimbang dengan luas hutan yang dimiliki Indonesia.
“Saya telah mengajukan (di) APBN kalau tidak salah, tambahan 4.500 menjadi 70.000 polisi hutan,” kata Prabowo saat penyerahan hasil penertiban kawasan hutan oleh Satgas PKH di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Baca Juga
Prabowo Sebut Satgas PKH Selamatkan 6,2 Juta Hektare Hutan Senilai Hampir Rp 400 Triliun
Menurut Prabowo, total 70.000 polisi hutan tersebut tak bisa sekali waktu. Setelah bertanya ke Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara, terdapat anggaran untuk menambah personel polisi hutan hingga 21.000 orang pada 2027.
“Dari 70.000 (orang) baru bisa 21.000 [pada] 2027. Berarti mungkin 3-4 tahun lagi kita akan sampai 70.000,” kata dia.
Tak hanya polisi hutan, Prabowo juga berniat menambah personil Bea dan Cukai. Sebab, dari ratusan bandara dan pelabuhan, hanya ada beberapa petugas Bea dan Cukai.
“Demikian juga aparat-aparat keamanan kita lainnya. Kita paham itu karena kita akan mengejar dan memperbaikinya,” kata dia.
Baca Juga
Prabowo Ancam Bawahan yang Jarah Kekayaan Alam: Silakan Minggir!
Sementara itu, Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Sudarto mengatakan Kemenkeu telah menyediakan anggaran untuk penambahan personil polisi hutan. Meski demikian, dia tak bisa menyebut detail anggaran yang disiapkan.
“Sudah ada sih (anggarannya). Saya lupa (persisnya), kata Sudarto kepada investortrust.id.
