Gubernur BI: Tiap Kenaikan 25 Bps BI Rate, Pertumbuhan Ekonomi Berkurang 0,1%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan alasan tak menaikkan suku bunga acuan BI Rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI September 2026. Salah satu pertimbangan yang mengemuka yaitu kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) akan menurunkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,1%.
“Itu dari assessment kami, ceteris paribus, artinya tidak ada faktor-faktor lain. Kalau BI Rate naik 25 basis point, jadi 0,25%, maka economy growth itu akan turun 0,1%” kata Destry, saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Destry berandai jika keputusan menaikkan BI Rate, maka pertumbuhan ekonomi tersebut cukup dalam.
Selain alasan itu, Destry mengatakan bahwa assessment BI terhadap perekonomian Indonesia masih cukup tangguh. BI menilai perekonomian Indonesia masih bergerak di bawah level potensialnya.
“Atau kita biasanya menyampaikan output gap-nya masih negatif. Kalau dia masih negatif, berarti masih ada ruang untuk pertumbuhan ekonomi, tanpa mengakibatkan terjadinya inflasi,” jelas dia.
Baca Juga
Gubernur BI Terus Dorong Penurunan Imbal Hasil dan Outstanding SRBI
Destry mengatakan keputusan BI tak menaikkan BI Rate melewati sejumlah analisis dampak. Dia membantah keputusan tersebut sebagai pilihan.
Meski tak menaikkan BI Rate pada September, BI mengimbangi keputusannya dengan berbagai kebijakan yang inovatif. Ini pula yang dilakukan ketika menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 bps pada Mei dan Juni.
“Supaya dampak itu tidak general terhadap ekonomi,” ucap dia.
Dua kebijakan yang dibuat BI selama kenaikan suku bunga tersebut yaitu mengeluarkan dua Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yaitu KLM Pendalaman Pasar Uang dan insentif lindung nilai.
“Alhamdulillah dengan kebijakan hedging incentive ini, yang baru kita berlakukan sebulan kemarin, kita sudah melihat inflows, baik melalui DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) ataupun melalui swap, sekitar US$ 6 miliar,” ujar dia.
