Luhut Buka Suara soal Utang Whoosh, Ini yang Dibahas dengan Pejabat China
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengaku membahas penyelesaian utang Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh dengan Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) Zheng Shanjie.
Luhut menyampaikan pembahasan tersebut dilakukan saat menghadiri sejumlah pertemuan di China pada 15-18 September 2026. “Saat bertemu dengan ketua Zheng Shanjie dari NDRC, yang adalah teman lama, saya juga singgung mengenai kereta api cepat dan juga mengenai masalah utang Whoosh,” kata Luhut kepada Antara, dikutip Minggu (20/9/2026).
Menurut Luhut, pembahasan mengenai utang Whoosh perlu ditindaklanjuti agar pemerintah Indonesia tidak mengalami kerugian. Ia menyebut diperlukan pembahasan teknis mengenai struktur pembayaran utang.
Baca Juga
Kemenkeu: Pengalihan Beban Whoosh ke Pemerintah Masih Difinalisasi
“Harus ada yang follow up teknis dan kita bicara bagaimana struktur (pembayaran utang) karena toh yang mengerjakan kemarin juga kita (Kemenko Marves) jadi saya tahu,” kata dia.
Luhut mengatakan pembahasan tersebut juga perlu diketahui sejumlah pihak terkait, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Presiden Prabowo Subianto, serta Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Mekanisme Tak Masalah
Luhut mengklaim China tidak mempermasalahkan mekanisme pembayaran utang Whoosh. Menurut dia, keberadaan kereta cepat tersebut telah memberikan manfaat dalam perjalanan Jakarta-Bandung.
“Whoosh sudah mengubah pola hidup karena bisa rumah di Jakarta, makan siang sudah di Bandung, bisa bolak-balik, dan bahkan banyak yang sudah minta keberlanjutan Whoosh sampai ke Surabaya, saya singgung juga [dengan pejabat China],” kata dia.
Baca Juga
Akses Baru ke Stasiun Whoosh Padalarang Disiapkan, Ada Parkir hingga Skybridge
Sebelumnya, Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Evita Manthovani mengatakan proses pengalihan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) kepada special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih dalam tahap finalisasi.
PT PSBI merupakan konsorsium dan pemegang utama saham Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC). “Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini masih dalam proses finalisasi,” kata Evita dalam konferensi pers APBN KiTa edisi September 2026, Jumat (18/9/2026).
Evita mengatakan proses yang sedang berjalan mencakup due diligence oleh Kemenkeu dan evaluasi nilai saham PT PSBI yang akan dialihkan. Selain itu, penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) dilakukan secara paralel. Koordinasi dengan BP BUMN dan BPI Danantara juga terus dilakukan.
Baca Juga
Pertemuan Sugiono dan Menlu China Bahas Kelanjutan Proyek Kereta Cepat Whoosh
“Dan secara paralel penyusunan Perpres juga sedang kami lakukan, dan yang paling penting adalah koordinasi dengan BP BUMN dan BPI Danantara terus dilakukan,” ujar dia.
Evita mengatakan skema dan detail peralihan KCIC telah dibahas secara detail. Ia memastikan skema yang disepakati tidak melibatkan penggunaan APBN untuk membayar cicilan utang PT PSBI. “Tidak dengan melibatkan APBN secara langsung dalam pemenuhan kewajiban [pembayaran cicilan utang] PT PSBI,” ujar dia.
