Menkeu Suahasil Pertimbangkan Ulang Rotasi Pegawai di Kemenkeu yang Ditetapkan Purbaya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mempertimbangkan ulang rotasi pegawai eselon II dan III di tubuh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yang sebelumnya telah ditetapkan oleh menkeu sebebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa.
Luas beredar kabar bahwa rotasi tersebutlah yang telah menimbulkan polemik antara Purbaya Yudhi Sadewa, dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Bahkan sebuah media asing menyebut polemik antara Purbaya saat masih menjabat sebagai komandan Lapangan Banteng dengan dua anak buahnya ini yang berujung penggantiannya dengan Suahasil
Kembali ke rotasi, rencananya Menkeu Suahasil akan mendiskusikannya kembali , dengan melibatkan eselon I dari masing-masing direktorat jenderal.
“Nah ini saya masih sekarang mencoba menunggu dari teman-teman seluruh unit eselon 1. Karena kan yang namanya penunjukkan pejabat itu ada jenjang-jenjangnya,” kata Suahasil di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Suahasil juga akan mempertimbangkan kembali proses pelantikan 400 pegawai Kementerian Keuangan di tingkat eselon II dan III.
Suahasil mengatakan pelibatan eselon I di direktorat jenderal tersebut berperan penting, untuk menciptakan sinergi dan koordinasi di tiap unit dalam direktorat jenderal.
“Kita memerlukan struktur pejabat yang sifatnya itu lintas unit eselon 1 karena itu memperkuat sinergi, memperkuat koordinasi jadi ini yang kita sedang pastikan dan akan kita pastikan bahwa sinergi dari Kementerian Keuangan itu terjadi dengan baik,” kata dia.
Baca Juga
Kabar Rotasi Pegawai Sepak Sang Koboi dari Lapangan Banteng?
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto mengatakan rotasi di tubuh DJP, dan juga DJBC diakuinya merupakan usulan dari masing-masing direktorat jenderal. Akan tetapi, dia mengakui terdapat “nama-nama ajaib” yang tidak masuk dalam proses penilaian dan pencarian talenta.
“Itu yang membuat saya dan Dirjen Bea Cukai meminta untuk ditunda dahulu, dibatalkan karena sinyalnya nggak bagus bagi pasukan yang lain (yang sudah) susah payah ikut assessment, ikut ujian, ikut talent management,” kata Bimo, di kantornya, Jakarta.
Bimo mengatakan Suahasil menegaskan komitmennya untuk melaksanakan talent management dan reformasi birokrasi sebaik-baiknya. Menurut Bimo tidak akan ada pengkajian ulang terhadap pejabat yang diangkat.
“Nggak dikaji lagi. Yang nggak memenuhi syarat tadi dibatalkan, yang lain-lain tetap,” kata dia.
Sementara itu Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Nirwala Dwi Heryanto usai serah terima jabatan menteri keuangan mengatakan, kepastian jabatan eselon II dan III akan melibatkan Suahasil.
“Mungkin dengan menteri baru, kebijakannya seperti apa,” ujar Nirwala, Selasa (15/9/2026) seperti menerka.
Nirwala membantah Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama tak menyetujui rotasi tersebut. Adapun ketidakhadiran Djaka saat pelantikan pejabat eselon II dan III pada Kamis (10/9/2026) menurutnya karena ia sedang berada di luar kota.
“Kan di Lampung. Bukan karena nggak datang,” ucap dia.
