Kata-kata Terakhir? Apa Ya? Pensiun Enak
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Purbaya Yudhi Sadewa meletakkan jabatannya sebagai menteri keuangan Senin (14/9/2026). Presiden Prabowo Subianto mengganti dirinya dengan Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara.
Sehari setelah pelantikan, Suahasil menggelar serah terima jabatan. Purbaya menginjakkan kaki di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, sejak pukul 11.01 WIB. Dia mengenakan setelan jas hitam dengan dasi berwarna dominan merah dan putih.
Kerumunan pewarta menghampiri. Seperti biasa senyum terpancar dari wajahnya. Sembari berjalan masuk, Purbaya ditanya tentang kegiatan yang akan dia lakukan setelah tak lagi menjabat.
“Mancing,” kata Purbaya, Selasa (15/9/2026).
Di Aula Gedung Djuanda I, Purbaya menyelesaikan tugas terakhirnya. Purbaya menandatangani Berita Acara Serah Terima Jabatan Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara. Dia juga telah menyerahkan iPad yang berisi laporan ke Suahasil.
Baca Juga
Purbaya tak memberikan ucapan perpisahan yang panjang. Bahkan durasinya menyampaikan salam ke tamu undangan lebih panjang dari ucapan inti.
“Hadirin undangan yang saya hormati. Bapak dan Ibu, bagi saya, hari ini adalah momen penting. Tapi, saya pikir kepanjangan ini (naskah pidato),” kata dia, memantik tawa ringan di ruangan.
“Jadi kan, kalau waktu itu saya datang, boleh ngomong panjang, karena (ingin) menciptakan optimisme. Kalau sekarang kan saya akan serahkan ke Bapak Suahasil ke depannya. Jadi, saya hanya ngomong pendek saja,” ucap dia.
“Terima kasih semua atas kerja sama selama satu tahun terakhir ini,” kata dia.
Selesai upacara serah terima, kerumunan pewarta dan pegawai kantor kementerian keuangan ikut menguntit dan mengerumuninya. Mulai dari yang melontarkan pertanyaan hingga ajakan swafoto.
Ajakan swafoto semakin menjadi ketika Purbaya berhasil keluar dari lobi utama Djuanda I. Begitu memasuki mobil Toyota Alphard, Purbaya dikerubuti fotografer dan beberapa orang. Kaca mobil dibuka. Purbaya melambaikan tangan. Mengacungkan gaya khasnya, jempol.
Terdengar harapan agar Purbaya menjaga kesehatan. Dengan gestur senam, Purbaya memancing tawa. Terlontar pula pertanyaan tentang apakah ada harapan untuk terjun ke dunia politik. Jawabannya sama, Purbaya hanya tersenyum.
Pukul 12.02 WIB, mobil mulai bergerak perlahan. Purbaya terus melambaikan tangan. Investortrust mengikuti Purbaya dan menyampaikan permohonan agar Purbaya berkenan menyampaikan kata-kata terakhirnya dari Gedung Djuanda dan harapannya tentang perekonomian Indonesia ke depan.
“Kata-kata terakhir apa ya? Pensiun enak. Hahaha,” kata Purbaya diikuti tawanya yang renyah.
