Tekanan Harga Pangan Meluas, 314 Kabupaten/Kota Alami Kenaikan IPH
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 314 kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga 11 September 2026 atau pada pekan kedua September. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono memaparkan, kenaikan IPH tersebut terjadi pada sejumlah komoditas pangan utama, mulai dari cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras hingga beras medium.
"Ini pada pencatatan sampai dengar 11 September atau minggu kedua. Cukup banyak sekali, ada 314 kabupaten kota yang perubahan IPH-nya itu naik," ucap Ateng dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah secara daring, Senin (14/9/2026).
Cabai rawit menjadi komoditas dengan kenaikan IPH paling tinggi. Perubahan IPH cabai rawit mencapai 27,54%, dengan sebanyak 260 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga. Harga cabai rawit secara rata-rata nasional pada minggu kedua September 2026 juga tercatat Rp76.216 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan HAP sebesar Rp57.000 per kilogram.
Tekanan berikutnya datang dari cabai merah. IPH cabai merah meningkat 12,77%, dengan sebanyak 233 kabupaten/kota atau sekitar 64,72% kabupaten/kota mengalami kenaikan harga. Harga rata-rata cabai merah tercatat Rp54.748, mendekati batas atas HAP sebesar Rp55.000.
Baca Juga
Harga Cabai Rawit Melejit 27,54%, Naik di 260 Kabupaten/Kota
Selain cabai, tekanan harga juga terjadi pada daging ayam ras. IPH daging ayam ras naik 3,04%, dengan 227 kabupaten/kota mengalami kenaikan. Harga rata-rata daging ayam ras tercatat Rp41.935 per kilogram, sudah berada di atas HAP konsumen sebesar Rp40.000 per kilogram.
Sementara itu, telur ayam ras mengalami kenaikan IPH sebesar 0,79%. Sebanyak 153 kabupaten/kota tercatat mengalami peningkatan harga telur ayam ras. Komoditas beras juga masih memberikan tekanan di sejumlah daerah. IPH beras medium meningkat 0,67%, sedangkan beras premium naik 0,60%.
Meski kenaikan beras secara nasional relatif terbatas, sejumlah daerah mencatat perubahan harga yang sangat tinggi. Kabupaten Yahukimo mencatat kenaikan IPH beras untuk seluruh kualitas hingga 47,94%, sedangkan Mahakam Ulu mencapai 12,71%.
"Beras mengalami peningkatan 0,67% untuk yang mediumnya, premiumnya mengalami peningkatan 0,60%. Walaupun peningkatannya tidak terlalu tinggi, tetapi kalau kita lihat peningkatannya terjadi di bulan-bulan kemarin," terang Ateng.
