Jaga Inflasi, Bapanas Geber Penyaluran Bantuan Pangan Beras 30 Kg untuk 33 Juta Penerima
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan (banpang) beras agar rampung pada September 2026. Percepatan penyaluran ini untuk menjaga stabilitas harga beras sekaligus memperkuat daya jangkau masyarakat terhadap pangan. Semakin cepat pula manfaat intervensi pemerintah dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah.
“Penyaluran beras SPHP terus berjalan. Nah yang terakhir, Bapak-Ibu sekalian, bantuan pangan ini baru 30%, artinya masih ada 70%. Kalau bisa digeber di bulan September, kami rasa itu akan bisa mengendalikan harga beras,” kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/9/2026).
Pemerintah melihat percepatan bantuan pangan sebagai instrumen penting dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan di tengah masyarakat. Penyaluran yang dilakukan lebih cepat diharapkan dapat memperkuat ketersediaan beras di tingkat masyarakat sekaligus membantu mengurangi tekanan terhadap harga.
Adapun banpang beras ini disalurkan untuk alokasi tiga bulan yakni Juli, Agustus, dan September 2026 kepada 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh Indonesia di mana setiap PBP akan mendapat 10 kg beras per bulan. Percepatan penyaluran dilaksanakan dalam satu kali tahap, sehigga setiap PBP menerima 30 kg beras.
Percepatan bantuan pangan juga diarahkan agar berjalan beriringan dengan penguatan intervensi di sisi pasar. Pemerintah memastikan berbagai instrumen stabilisasi dijalankan secara simultan, mulai dari penyaluran beras SPHP, operasi pasar, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga pengawasan harga dan mutu beras.
Selain mempercepat bantuan pangan, pemerintah memperkuat pasokan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penguatan dilakukan dengan menambah alokasi SPHP beras medium sebesar 1 juta ton untuk memperbesar pasokan yang dapat disalurkan ke pasar.
Baca Juga
SPHP Ganti Nama Jadi "Beras Kita Medium", Diluncurkan 20 Oktober 2026
“SPHP kita tambah. Beras medium. Untuk menekan harga, ini operasi pasar besar-besaran. SPHP (beras medium) ditambah 1 juta ton,” ungkap Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta pada Senin (7/9/2026).
Pemerintah juga meminta alokasi beras SPHP medium yang masih tersisa sekitar 80 ribu ton diprioritaskan untuk pasar rakyat dan ritel modern. Langkah ini dilakukan agar beras SPHP semakin mudah diperoleh masyarakat dan dapat menjadi alternatif beras dengan harga yang terjangkau.
Untuk memperluas akses SPHP di ritel modern, pemerintah mendorong kerja sama antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Perum Bulog. “Kami mengundang Aprindo, juga Bulog dan disepakati bahwa Aprindo dan Bulog akan melakukan kerjasama, kemudian Aprindo siap menyerap beras SPHP Bulog, baik medium maupun premium, sehingga mudah-mudahan keterbatasan beras premium di retail modern akan segera diisi oleh beras dari Bulog,” imbuh Deputi Ketut.
Dengan demikian, pengendalian harga tidak hanya dilakukan melalui bantuan pangan kepada masyarakat, tetapi juga melalui penguatan pasokan dan perluasan titik distribusi beras yang dapat dijangkau konsumen.
