Indonesia Baru Gunakan US$ 3,93 Miliar dari Alokasi Dana JET-P
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan realisasi anggaran Just Energy Transition Partnership (JETP). Sampai saat ini, Indonesia baru menggunakan US$ 3,93 miliar dari total anggaran US$ 21,4 miliar.
“Saat ini, kita baru memanfaatkan US$ 3,9 miliar, jadi masih banyak yang bisa kita manfaatkan,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Sekadar informasi, JETP (Just Energy Transition Partnership) adalah program kerja sama pembiayaan internasional senilai sekitar US$20 miliar (Rp330 triliun) dari negara-negara maju (International Partners Group) untuk membantu negara berkembang mempercepat transisi energi bersih dan memensiunkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara secara berkeadilan.
Airlangga mengatakan terdapat tantangan dari transisi energi. Salah satunya ekosistem.
“Terkait dengan power purchase agreement, perjanjian tenaga listrik (PPA) dan lainnya,” kata dia.
Baca Juga
Bos JETP Indonesia Sebut Pembiayaan US$ 20 Miliar Tak Cukup untuk Capai Nol Emisi 2030
Menteri Kerja sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, Reem Alabali Radovan mengatakan Jerman dan Jepang memimpin kemitraan JETP. Upaya ini mendukung Indonesia dan negara-negara lain dalam membuka jalan menuju penggunaan energi terbarukan.
“Kami ingin menciptakan situasi yang saling menguntungkan bagi semua pihak,” kata Radovan.
Jerman, kata Radovan, ingin bermanfaat bagi iklim, khususnya dalam upaya mengatasi perubahan iklim. Pada saat yang sama, Jerman juga ingin memberikan manfaat bagi perusahaan-perusahaan Indonesia dan Jerman.
Airlangga mengatakan bahwa ke depan, pemerintah Indonesia masih mengkaji kerja sama dengan perusahaan teknologi Jerman. Termasuk dalam pengembangan motor listrik.
“Jerman menawarkan teknologi yang mereka punyai, namun tentu saja masih diperlukan pembahasan detail,” kata Airlangga.

