Pertumbuhan Ekonomi Sumatra dan Kalimantan Kembali Melorot
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 di dua pulau terbesar Indonesia, Sumatra dan Kalimantan kembali melorot di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,29% secara tahunan.
Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatra sebesar 5,09% secara tahunan. Sementara, posisi pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan sebesar 4,1% secara tahunan.
Dalam paparan yang disampaikan Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, Pulau Sumatra memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 22,5% dan Pulau Kalimantan dengan kontribusi sebesar 8,15%.
“Provinsi yang memberikan sumber pertumbuhan tertinggi adalah Sumatra Utara dengan andil pertumbuhan 1,17%” kata Edy, saat paparan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 di kantor pusat BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Sementara itu, pertumbuhan di Pulau Kalimantan ditopang oleh Kalimantan Timur. Andil pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur sebesar 1,76%.
Baca Juga
Pertumbuhan di atas rata-rata
Kontribusi terhadap Pulau Jawa terhadap PDB masih tertinggi sebesar 56,47% diikuti oleh Pulau Sumatra sebesar 22,5%, dan Pulau Kalimantan sebesar 8,15%.
“Pertumbuhan ekonomi di Pulau Bali & Nusra, Jawa, dan Sulawesi di atas pertumbuhan nasional,” kata dia.
Pertumbuhan ekonomi di Pulau Bali & Nusra mencapai 6,1% secara tahunan. Ini merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi. Pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa mencapai 5,65% secara tahunan dan Pulau Sulawesi tumbuh 5,53%.
Kondisi di Maluku dan Papua
Sementara itu, pertumbuhan di Maluku dan Papua, dengan share sebesar 2,76% tumbuh melambat dibandingkan kuartal I-2026. Pertumbuhan ekonomi di wilayah ini pada kuartal II-2026 mencapai 1,36% secara tahunan.
Pada kuartal II-2026 ini, andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi berasal dari wilayah Maluku Utara dengan 2,98%.
Akan tetapi, melorotnya pertumbuhan ekonomi di wilayah ini karena kontraksi pertumbuhan wilayah Papua Tengah.
Menurut Edy, porsi PDRB wilayah Papua Tengah mencapai 27,26%. Besarnya porsi ini terjadi karena adanya area pertambangan Freeport.
Akan tetapi, pada kuartal II-2026 Papua Tengah mengalami kontraksi pertumbuhan yang menyebabkan andil terhadap pertumbuhan wilayah tersebut turun ke -3,93% secara tahunan.
“Jadi Provinsi Papua Tengah ini mengalami kontraksi karena kinerja pertambangannya yang memang sedang ada masalah di sana akibat longsor dan aliran lumpur di Grasberg Block Cave pada September 2025 dan sepertinya masih dalam perbaikan,” ujar dia.
