Hashim Ajak Dunia Usaha Indonesia-Thailand Perkuat Kolaborasi Hadapi Ketidakpastian Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo, mengajak dunia usaha Indonesia dan Thailand memperkuat kolaborasi ekonomi untuk menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian geopolitik, kenaikan harga energi, hingga perubahan iklim.
Hashim optimistis hubungan ekonomi kedua negara akan terus berkembang dengan peningkatan nilai perdagangan menuju target bersama pada 2030.
"Kami akan terus mendukung seluruh upaya untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Thailand. Dunia usaha Indonesia siap mendukung peningkatan hubungan ekonomi kedua negara," kata Hashim dalam Forum Bisnis Indonesia-Thailand di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Baca Juga
Indonesia Tourism Surges as Foreign Arrivals Hit Highest Level Since 2020
Menurut Hashim, Indonesia dan Thailand menghadapi tantangan yang sama akibat meningkatnya ketidakpastian global. Salah satu dampaknya adalah kenaikan harga energi yang memicu meningkatnya harga berbagai komoditas pokok di kedua negara.
"Kita berbagi nasib yang sama. Karena itu, ada dorongan yang lebih besar bagi kita untuk berkolaborasi sehingga mampu membentengi diri dari berbagai guncangan eksternal," ujarnya.
Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia itu menegaskan Indonesia menawarkan iklim investasi yang aman bagi investor Thailand. Selama 75 tahun kemerdekaan, Indonesia secara konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif sehingga mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai negara.
Karena itu, Indonesia terbuka bagi investasi dari Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Australia, Rusia, maupun negara-negara Eropa. Pemerintah juga menjamin keamanan investasi serta menghormati seluruh komitmen kepada investor di berbagai sektor, mulai dari industri ekstraktif, manufaktur, barang konsumsi hingga jasa keuangan.
"Indonesia adalah tempat yang aman untuk berbisnis dan menghasilkan keuntungan. Itulah pesan yang ingin kami sampaikan kepada seluruh perusahaan Thailand yang hadir," kata Hashim.
Baca Juga
Anindya Bakrie: Indonesia dan Thailand Harus Jadi Pemimpin Pangan dan Ekonomi Masa Depan
Di bidang transisi energi dan perubahan iklim, Hashim mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai pembaruan regulasi, termasuk meluncurkan pasar karbon Indonesia.
Melalui mekanisme tersebut, perusahaan dari berbagai negara, termasuk Thailand, dapat membeli maupun memperdagangkan kredit karbon sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi.
Selain itu, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memenuhi kewajiban internasional dalam penanganan perubahan iklim, termasuk melalui partisipasi dalam Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-31 (COP31).
Menutup sambutannya, Hashim menyoroti hubungan panjang Indonesia dan Thailand yang telah terjalin selama berabad-abad. Ia juga mengingat pengalaman kedua negara menghadapi Krisis Keuangan Asia 1997 yang menunjukkan ketangguhan dunia usaha di kawasan.
Hashim menyebut sejumlah perusahaan Thailand yang terus berkembang di Indonesia, seperti Bangkok Bank, Banpu, dan Charoen Pokphand. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa hubungan ekonomi Indonesia dan Thailand memiliki fondasi yang kuat untuk terus berkembang di masa depan.
